Rabu, 09 November 2011

Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu nodelink, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.


Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.

Top 10 Negara Dengan Akses Internet Tercepat

Kebutuhan akan informasi semakin hari semakin bertambah. Media TV, koran, radio seakan belum cukup untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan. Internet adalah sarana yang paling banyak menyediakan informasi, berita, ilmu pengetahuan, hiburan dan lain sebagainya. Internet seakan sudah menjadi kebutuhan di masa sekarang ini. Pengguna internet dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan semakin banyaknya pengguna internet bisa berdampak pada kecepatan akses internet. Di Indonesia sendiri hanya mempunyai 1.52 Mb/s dan menempati urutan ke 145 di dunia, akses internet di Indonesia adalah barang yang langka dan mahal. Berikut ini adalah 10 negara dengan akses internet tercepat, yang bersumber dari speedtest.net, wikipedia.org dan worldatlas.com

internet icon

10. Islandia, 18.62 Mb/s

Islandia adalah negara yang kecil namun kaya, luas wilayah 103.000 km2 dengan populasi penduduk sekitar 317.900 jiwa. Masyarakat Islandia berkembang dengan teknologi yang maju. Pers di Islandia paling bebas di dunia. Kemajuan teknologi Islandia salah satunya adalah tersedianya akses internet yang cepat yaitu 18.62 Mb/s. Salah satu kota di Islandia memiliki jaringan serat optik untuk setiap warga negaranya yang mengakses internet yang pertama di dunia. Wow. Provider internet ternama di Islandia adalah Vodafone, BTNet, Hive, Siminn.
Vodafone Icelands

9. Andorra,19.18 Mb/s

Andorra adalah negara yang memiliki luas wilayah hanya 468 km2 dengan populasi sekitar 84 ribu jiwa. Kondisi ini memungkinkan pengguna internet tidak begitu banyak, namun fasilitas  internet yang tersedia sangat memuaskan dan salah satu yang tercepat yaitu 19.18 Mb/s. Layanan internet di Andorra di pegang oleh satu perusahaan telekomunikasi tunggal yaitu Andorra Telecom yang melayani secara ekslusif dan profesional. Andorra masih menggunakan provider ADSL untuk akses internetnya. Namun saat ini di daerah metropolitan Andorra sudah menggunakan serat optik home to home. Dan direncanakan di tahun 2010 seluruh wilayah Andorra beralih ke serat optik dengan kecepatan 100 Mb/s.
Serat Optic yang gunakan di Andorra

8. Swedia, 21.44 Mb/s

Swedia memiliki sekitar 9,4 juta penduduk dengan menempati luas wilayah 449.964 km2. Swedia adalah negara maju yang memiliki banyak penemu, salah satunya adalah Lars Magnus Ericsoon, penemu dibidang komunikasi dan hingga kini namanya di pakai sebagai brand dari produk telekomunikasi seluler yaitu Sony Ericsoon. Kemajuan teknologi di Swedia ditunjang dengan akses internet yang cepat yaitu 21.44 Mb/s. Swedia menggunakan sambungan kabel untuk broadband setiap rumah dan ADSL hingga 60 Mbit/s. Layanan internet diselenggarakan oleh perusahaan penyedia kabel terbesar yaitu Hem com.
Sambungan Kabel yang digunakan di Swedia

7. Republik Moldova, 23.05 Mb/s

Republik Moldova menempati wilayah seluas 33.843 km2 dan jumlah penduduknya sekitar 3,5 juta jiwa. Moldova menjadi salah satu negara dengan akses internet tercepat yaitu 23.05 Mb/s. Perkembangan internet di Moldova sangat cepat dalam 10 tahun terakhir. Hampir ada 40 perusahaan ISP di Moldova. Namun hanya ada dua perusahaan besar yang melayani akses internet yaitu Moldtelecom (MTC) dan StarNet. Moldova sebenarnya adalah termasuk negara yang kurang maju di Eropa, tetapi sarana internet dan telekomunikasi menjadi prioritas di republik ini. Karena Moldova mempunyai undang-undang yang meregulasi jaringan internet. Didalam undang-undang tersebut mengamanatkan agar perkembangan internet di Moldova harus setara dengan negara-negara Eropa lainnya.
ISP Starnet

6. Belanda, 23.17 Mb/s

Belanda adalah negara yang terletak di benua Eropa, dengan luas wilayah 41.526 km2 dan populasi penduduk sekitar 17 juta jiwa. Belanda memiliki akses internet yang cepat di kawasan Uni Eropa, yaitu 23.17 Mb/s. Hampir seluruh rumah di Belanda memiliki akses internet kabel atau 92% dari penduduk Belanda. Belanda mempunyai lima perusahaan ISP. Semua perusahaan ISP ini berada dalam perusahaan telekomunikasi nasional, KPN.
KPN Netherlands

5. Rumania, 24.45 Mb/s

Rumania terletak di Eropa, dengan jumlah populasi sekitar 22 juta jiwa dan luas wilayah 237.500 km2. Rumania memiliki kecepatan internet 24.45 Mb/s, yang tercepat di Eropa. Perusahaan ISP di Rumania sangat banyak dan beragam mulai dari dial-up akses, model kabel, serat optik, wireless, xDSL hingga satelit. Dengan banyaknya perusahaan ISP, maka persaingan akan semakin ketat dan penyedia ISP terpacu untuk terus meningkatkan layanan terbaik mereka.
Romania

4. Lithuania, 25.08 Mb/s

Lithuania menempati wilayah dengan luas 65.200 km2 dengan populasi sekitar 3,3 juta orang. Lithuania adalah negara yang kecil dengan akses internet salah satu yang tercepat 25.08 Mb/s. Tercatat ada 32 perusahaan penyedia ISP. Layanan operator ADSL di monopoli oleh LT Teo, meskipun demikian layanan yang diberikan sangat baik dan cepat. Lithuania memiliki sambungan internet dengan serat optik ke rumah yang tertinggi di Eropa.
Bangunan di Lithuania

3. Latvia, 25.81 Mb/s

Latvia berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa dengan menempati wilayah seluas 64.589 km2. Akses internet Latvia adalah 25.81 Mb/s adalah yang tercepat di Eropa Utara. Perkembangan internet di Latvia tumbuh dengan cepat seiring dengan ditunjang peraturan-peraturan yang dibuat dalam rangka peningkatan layanan. Peraturan yang menguntungkan bagi publik yang mengakses internet salah satunya adalah menurunkan tarif akses dial-up, layanan ADSL dengan kecepatan tinggi namun harga yang terjangkau. Serta menjamurnya e-commerce di Latvia yang mendorong pengguna internet semakin banyak.
Latvia internet cafe

2. Aland Island, 26.14 Mb/s

Kepulauan Aland adalah kepulauan di wilayah Finlandia, dengan luas wilayah 13.517 km2 dan jumlah populasi 27.700 jiwa. Tidak banyak informasi yang diperoleh mengenai negara kepulauan ini. Kepulauan Aland memiliki akses internet tercepat kedua di dunia, 26.14 Mb/s. Kode internet Kepulauan Aland adalah.ax.
Aland Islands

1. South Korea 39.60 Mb/s

South Korea
Korea Selatan tidak hanya maju dalam perekonomiannya tetapi juga di segala bidang, termasuk layanan internet. Korea Selatan menempati luas wilayah 98.480 km2 dan populasi penduduk hampir 50 juta jiwa. Komitmen pemerintah Korea Selatan untuk memfasilitasi warganya dengan sambungan internet sangat tinggi. Bahkan Korea Selatan sudah mulai menggunakan VDSL, meskipun pengguna ADSL masih banyak dan untuk perusahaan-perusahaan sudah menggunakan jaringan serat optik. Kecepatannya mencapai 39.60 Mb/s adalah yang tercepat di seluruh dunia. Pengguna internet di Korea Selatan umumnya lebih menyukai berlangganan satu paket dengan TV kabel. Hebatnya lagi dengan akses tercepat di dunia, tarifnya murah. Sebagai contoh pengguna internet rumah tangga di Korea Selatan adalah 12 mb/s dan dikenakan tarif 25.000 Won atau setara Rp. 250.000. Bandingkan dengan Indonesia yang sangat berbanding terbalik…:-(.  Akses internet yang cepat di tunjang dengan banyaknya provider ADSL seperti LG, Samsung, SK, KTF dan lain-lain. Semakin banyak provider maka semakin ketat persaingannya dan tuntutan semakin baik layanan untuk pelanggan adalah suatu keharusan.

Algoritma Pemograman Tingkat Dasar

Perangko dari Rusia pada Gambar 5.1. di samping ini bergambar seorang pria dengan nama Muhammad ibn Mūsā al-Khwārizmī. Bagi kalian yang sedangberkecimpung dalam dunia komputer maka seharusnya mengetahui siapa orang di samping ini. Dia adalah seorang ilmuwan Islam yang karya-karyanya dalam bidang matematika, astronomi, astrologi dan geografi banyak menjadi dasar perkembangan ilmu modern. Dan dari namanya istilahyang akan kita pelajari dalam bab ini muncul. Dari Al-Khawarizmi kemudian berubah menjadi algorithm dalam Bahasa Inggris dan diterjemahkan menjadi algoritma dalam Bahasa Indonesia. Standar kompetensi algoritma pemrograman dasar terdiri atas empat kompetensi dasar. Dalam penyajian pada buku ini,
setiap kompetensi dasar
memuat uraian materi, dan latihan. Ringkasan diletakkan pada setiap akhir bab.
Kompetensi dasar pada bab ini adalah menjelaskan variabel, konstanta dan tipe
data, membuat algoritma/logika alur pemrograman, menerapkan pengelolaan
array, dan mengoperasikan file. Sebelum mempelajari kompetensi ini ingatlah
kembali sistem operasi, prinsip pemecahan masalah, dan materi-materi
pendukung dari mata pelajaran matematika.
Pada akhir bab, tercantum soal-soal latihan yang disusun dari soal-soal
yang mudah hingga soal-soal yang sulit. Latihan soal ini digunakan untuk
mengukur kemampuan terhadap kompetensi dasar ini. Artinya setelah
mempelajari kompetensi dasar ini secara mandiri dengan bimbingan guru
sebagai fasilitator, ukurlah sendiri kemampuan dengan mengerjakan soal-soal
latihan tersebut.




(Sumber: www.wikipedia.org)
Gambar 5.1. Perangko bergambar
Muhammad ibn Mūsā al-Khwārizmī. 94 Rekayasa Perangkat Lunak

TUJUAN
Setelah mempelajari bab ini diharapkan pembaca akan mampu :
o Menjelaskan variabel, konstanta dan tipe data
o Membuat algoritma/logika alur pemrograman
o Menerapkan pengelolaan array
o Mengoperasikan file


5.1. VARIABEL, KONSTANTA DAN TIPE DATA
Variabel, konstanta dan tipe data merupakan tiga hal yang akan selalu kita
jumpai ketika kita membuat program. Bahasa pemrograman apapun dari yang
paling sederhana sampai yang paling kompleks, mengharuskan kita untuk
mengerti ketiga hal tersebut.

5.1.1. Variabel
Variabel adalah tempat dimana kita dapat mengisi atau mengosongkan
nilainya dan memanggil kembali apabila dibutuhkan. Setiap variabel akan
mempunyai nama (identifier) dan nilai. Perhatikan contoh berikut.
Contoh 5.1. Nama variabel dan nilai.
username = “joni”
Nama = “Al-Khawarizmi”
Harga = 2500
HargaTotal = 34000

Pada contoh 5.1. di atas, username, Nama, harga dan HargaTotal
adalah nama dari variabel sedangkan “joni”, “Al-Khawarizmi”, 2500
dan 34000 adalah nilai dari masing-masing variabel. Nilai-nilai ini akan
tersimpan di dalam nama variabel masing-masing sepanjang tidak kita rubah.
Pada sebagian besar bahasa pemrograman, variabel harus dideklarasikan
lebih dulu untuk mempermudah compiler bekerja. Apabila variabel tidak
dideklarasikan maka setiap kali compiler bertemu dengan variabel baru pada
kode program akan terjadi waktu tunda karena compiler harus membuat variabel
baru. Hal ini memperlambat proses kerja compiler. Bahkan pada beberapa
bahasa pemrograman, compiler akan menolak untuk melanjutkan proses
kompilasi.
Pemberian nama variabel harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh
bahasa pemrograman yang kita gunakan. Namun secara umum ada aturan yang
berlaku untuk hampir semua bahasa pemrograman. Aturan-aturan tersebut
yaitu:
• Nama variabel harus diawali dengan huruf.
• Tidak boleh menggunakan spasi pada satu nama variabel. Spasi bisa
diganti dengan karakter underscore (_).

Rekayasa Perangkat Lunak 95

• Nama variabel tidak boleh mengandung karakter-karakter khusus,
seperti : .,+, -, *, /, <, >, &, (, ) dan lain-lain.
• Nama variabel tidak boleh menggunakan kata-kata kunci d bahasa
pemrograman
Contoh 5.2. Contoh penamaan variabel.
Penamaan yang benar Penamaan yang salah
namasiswa nama siswa (salah karena menggunakan spasi)
XY12 12X (salah karena dimulai dengan angka)
harga_total harga.total (salah karena menggunakan karakter
.)
JenisMotor Jenis Motor (salah karena menggunakan spasi)
alamatRumah for (salah karena menggunakan kata kunci bahasa
pemrograman)

5.1.2. Konstanta
Konstanta adalah variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa
diubah. Jadi konstanta adalah juga variabel bedanya adalah pada nilai yang
disimpannya. Jika nilai datanya sepanjang program berjalan tidak berubah-
ubah, maka sebuah varibel lebih baik diperlakukan sebagai konstanta. Pada
sebuah kode program, biasanya nilai data dari konstanta diberikan langsung di
bagian deklarasi konstanta. Sedangkan untuk variabel biasanya hanya
ditentukan nama variabel dan tipe datanya tanpa isian nilai data. Aturan
penamaan variabel juga berlaku untuk penamaan konstanta. Demikian juga
aturan penetapan tipe data.
Sebagai contoh, jika kita membuat program perhitungan matematik yang
menggunakan nilai pi (3.14159) yang mungkin akan muncul dibanyak tempat
pada kode program, kita dapat membuat pi sebagai konstanta. Penggunaan
konstanta pi akan lebih memudahkan penulisan kode program dibanding harus
mengetikkan nilai 3.14159 berulang-ulang.

5.1.3. Tipe Data
Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk
memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer. Setiap variabel atau
konstanta yang ada dalam kode program, sebaiknya kita tentukan dengan pasti
tipe datanya. Ketepatan pemilihan tipe data pada variabel atau konstanta akan
sangat menentukan pemakaian sumberdaya komputer (terutama memori
komputer). Salah satu tugas penting seorang programmer adalah memilih tipe
data yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja tinggi.
Ada banyak tipe data yang tersedia tergantung jenis bahasa pemrograman
yang dipakai. Namun secara umum dapat dikelompokkan seperti pada Gambar
5.2.
96 Rekayasa Perangkat Lunak


Gambar 5.2. Pengelompokkan tipe data.

Tipe data primitive adalah tipe data dasar yang tersedia secara langsung
pada suatu bahasa pemrograman. Sedangkan tipe data composite adalah tipe
data bentukan yang terdiri dari dua atau lebih tipe data primitive.
Tipe data numeric
Tipe data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk
menyimpan nilai dalam bentuk bilangan atau angka. Semua bahasa
pemrograman menyediakan tipe data numeric, hanya berbeda dalam jenis
numeric yang diakomodasi.
Jenis yang termasuk dalam tipe data numeric antara lain integer (bilangan
bulat), dan float (bilangan pecahan). Selain jenis, dalam bahasa pemrograman
juga diterapkan presisi angka yang digunakan, misalnya tipe data Single adalah
tipe data untuk bilangan pecahan dengan presisi yang terbatas, sedangkan tipe
data Double adalah tipe data untuk bilangan pecahan dengan presisi yang lebih
akurat. Pada bab-bab berikutnya yang membahas aplikasi bahasa pemrograman
bagian ini akan diuraikan lebih lanjut.

Rekayasa Perangkat Lunak 97

Penentuan tipe data numeric untuk suatu variabel/konstanta harus sangat
berhati-hati. Manual dan petunjuk pada masing-masing bahasa pemrograman
pada bagian tipe data harus diperhatikan dengan seksama. Perhatikan contoh
berikut.
Contoh 5.3. Penggunaan tipe data numeric.
Kode Program A Hasil eksekusi Program A
#include
using namespace std;
int main() {
int x, z;
float y;
x = 12;
y = 2.15;
z = x * y;
cout << "X =" << y =" << y << endl; cout << " z ="" x ="12" y ="2.15" z ="25">
using namespace std;
int main() {
int x;
float y, z;
x = 12.8;
y = 2.15;
z = x * y;
cout << "X =" << y =" << y << endl; cout << " z ="" x ="12" y ="2.15" z ="25.8">
using namespace std;
int main() {
int x;
float y, z;
x = 12;
y = 2.15;
z = x * y;
cout << "X =" << y =" << y << endl; cout << " z ="" x ="12" y ="2.15" z ="25.8" integer =" bilangan">
using namespace std;

int main() {
int x;
x = 5;
char huruf = 'A';
char* kata = "Java";

cout << "X = " << huruf = " << huruf << endl; cout << " kata =" " x =" 5" huruf =" A" kata =" Java" trecord_siswa =" Record" waktulahir =" “01/01/1997”" waktulahir =" “13:03:05" waktulahir =" “02/23/1998" waktulahir =" #02/23/1998" batasindeks =" 1..20" rentangtahun =" 1950..2030" hari_dlm_minggu =" (Nol," nama_bulan =" (Nol," a =" Command1" caption =" “HEY!!!”" fontbold =" True" luas =" 0.5" c =" 5/9" p =" X" q =" X" q =" X/Y." akhir =" (nilai" a =" 1." a =" 1." a =" A" a =" A" x =" 1" y =" 0" z =" 0" z =" 1" x =" 1" y =" 1." a =" 1" b =" 0)" a =" 1." b =" 9" a =" 3)." a =" 3,">
using namespace std;

int main() {

// Mendeklarasikan array A
dengan 3 buah elemen bertipe
int
int A[3];

// Mengisikan nilai elemen
array
A[0] = 5;
A[1] = 10;
A[2] = 20;

// Menampilkan nilai elemen
array
cout<<"Nilai elemen ke-1 = "<<<"Nilai elemen ke-2 = "<<<"Nilai elemen ke-3 = "<<> A.
Arti dari kondisi ini adalah jika nilai indeks I kurang dari batas atas indeks dan isi
dari Bil[I] tidak sama dengan bilangan yang kita cari, maka pencarian akan
diteruskan pada indeks yang lebih tinggi. Selama kondisi ini dipenuhi maka
pencarian akan terus dilakukan. Perhatikan bahwa di sini kita menggunakan
“dan” yang artinya kedua kondisi harus dipenuhi agar dianggap benar.
Pencarian akan hanya akan berhenti jika salah satu kondisi atau kedua kondisi
tidak dipenuhi lagi. Sehingga misalnya Bil[I] mempunyai isi yang sama dengan A
maka pencarian akan dihentikan karena kondisi pada While sudah tidak dipenuhi
lagi.

5.3.3. Pengurutan Data pada Array
Permasalahan lain dalam array yang juga banyak digunakan adalah
bagaimana mengurutkan elemen-elemen dari variabel array tersebut. Perhatikan
kembali Contoh 5.24. Pada contoh tersebut terlihat bahwa isi elemen-elemen
dari array tidak dalam posisi berurutan. Bagaimanakah caranya agar isi elemen-
elemen tersebut terurut dari besar ke kecil atau sebaliknya?
Ada beberapa algoritma yang dapat digunakan untuk mengurutkan
sekumpulan bilangan, antara lain bubble sort, selection sort, shell sort, quick
sort, dan lain-lain. Pada buku ini kita akan membahas satu algoritma yaitu
bubble sort. Meskipun kinerjanya tidak sebaik algoritma yang lain, algoritma ini
mudah dimengerti dan banyak digunakan. Perhatikan contoh berikut.



Flowchart Keterangan

- I adalah variabel counter
sekaligus indeks
- N adalah batas atas dari indeks
- Bil[I] adalah nama variabel array
yang berisi bilangan
- A adalah bilangan yang kita cari
Gambar 5.22. Flowchart untuk pencarian bilangan.

Rekayasa Perangkat Lunak 125

Contoh 5.24. Pengurutan dengan bubble sort.
Misalkan sebuah variabel array dengan nama Bil yang terdiri dari 5 elemen yang
masing-masing berisi bilangan "5 1 4 2 8". Urutkan dari mulai nilai terkecil
sampai ke yang paling besar.
Penyelesaian:
Kita akan menggunakan metode bubble sort untuk mengurutkan array ini.
Bubble sort dilakukan dengan cara membandingkan dua bilangan yang
berurutan letaknya. Jika urutan letaknya benar maka dilanjutkan dengan
membandingkan dua bilangan berikutnya. Jika tidak maka tukar letak dari
dua bilangan tersebut.
Marilah kita terapkan algoritma ini. Perhatikan tabel array berikut. Kondisi
awal adalah pada posisi J = 0. Pertama kita bandingkan antara Bil[0]
dengan Bil[1]. Bil[0] = 5 sedangkan Bil[1] = 1. Berdasarkan aturan bubble
sort, isi dari Bil[0] tidak sesuai letaknya karena lebih besar dari isi Bil[1].
Sehingga kita perlu menukar isi dari dua elemen array ini. Sehingga Bil[0]
= 1 dan Bil[1] = 5 (perhatikan baris pada J = 1). Langkah berikutnya kita
membandingkan Bil[1] dengan Bil[2]. Bil[1] = 5 dan Bil[2] = 4, sehingga
kembali kita harus menukar isi dari elemen ini (perhatikan baris J = 2). Hal
ini terus dilakukan sampai pada perbandingan Bil[3] dengan Bil[4].
J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4]
0 5 1 4 2 8
1 1 5 4 2 8
2 1 4 5 2 8
3 1 4 2 5 8
4 1 4 2 5 8

Pada posisi akhir dari tabel di atas, kita lihat bahwa bilangan belum terurut
sepenuhnya. Karena kita baru menggunakan satu kali putaran dengan
Bil[0] sebagai patokan. Kita akan lakukan perbandingan lagi, namun
dengan Bil[1] sebagai patokan. Hal ini karena Bil[0] pasti sudah berisi
bilangan paling kecil. Sehingga tabel baru kita buat seperti berikut.
J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4]
1 1 4 2 5 8
2 1 2 4 5 8
3 1 2 4 5 8
4 1 2 4 5 8

Pada posisi tabel di atas, sebenarnya urutan bilangan sudah benar, tapi
algoritma belum berhenti karena algoritma belum memeriksa putaran yang
berikutnya. Sehingga diperlukan dua putaran lagi dengan dengan dasar
masing-masing pembanding adalah Bil[2] dan Bil[3]. Kedua tabel tersebut
adalah sebagai berikut.
126 Rekayasa Perangkat Lunak

J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4]
2 1 2 4 5 8
3 1 2 4 5 8
4 1 2 4 5 8

J Bil[0] Bil[1] Bil[2] Bil[3] Bil[4]
3 1 2 4 5 8
4 1 2 4 5 8

Kalau digambarkan dalam bentuk flowchart akan tampak seperti pada
Gambar 5.23.


5.4. OPERASI FILE
File seringkali digunakan untuk menyimpan data agar data tidak hilang.
Data atau yang ada dan dihasilkan pada program akan hilang ketika program
diakhiri, sehingga file digunakan untuk menyimpan data tersebut. Ada dua jenis
file yaitu file program dan file data. File program berisi kode-kode program
sedangkan file data hanya berisi data. File data terdiri dari dua jenis yaitu file
data berurutan (sequential data file) dan file data acak (random-access data file).
Perbedaan utama dari kedua jenis file data ini adalah dapat dilihat pada tabel
berikut.

Gambar 5.23. Flowchart untuk pengurutan bilangan.

Rekayasa Perangkat Lunak 127


File data berurutan File data acak
- Record atau baris data harus
dibaca berurutan mulai dari yang
pertama
- Panjang field untuk setiap record
tidak perlu sama
- Pengubahan serta penambahan
record tertentu sukar dilakukan
- Record tidak perlu dibaca
berurutan
- Panjang field untuk setiap
record harus sama
- Pengubahan serta penambahan
record lebih mudah dilakukan

5.4.1. Algoritma Penulisan Data pada File
Algoritma yang digunakan untuk penulisan data untuk file data berurutan
maupun acak secara prinsip sama, hanya modusnya yang berbeda. Berikut ini
adalah algoritma penulisan data dalam SE.
Open “modus”, , “nama file data”
Write , field 1, field 2, .. field n
Close buffer number
Modus O menunjukkan file ini dibuka untuk ditulisi.
Contoh 5.25. Contoh penerapan algoritma penulisan data.
Misalkan kita punya file data dengan nama “siswa.dat” yang field-nya adalah
nama siswa, alamat, nomor telepon. Maka untuk menuliskan data adalah
sebagai berikut.
Open “O”, #1, “siswa.dat”
Write #1, , ,
Close #1
Notasi #1 menunjukkan siswa.dat akan ditempatkan dalam buffer no 1.
Notasi ini harus sama digunakan di seluruh progam di atas. Artinya kalau kita
menempatkan suatu file dengan nomor buffer #1 maka ketika membuka,
menulis, membaca dan menutup harus menggunakan notasi tersebut. Demikian
juga bila kita menempatkan pada buffer no #2.
5.4.2. Algoritma Pembacaan Data pada File
Algoritma membaca data algoritmanya hampir sama dengan menuliskan
data, tetapi modus yang digunakan tidak O tetapi I. I adalah input yang berarti
file data dibuka untuk dibaca datanya sebagai input. Berikut ini algoritmanya
dalam SE.
Open “modus”, , “nama file data”
While not EOF:
Input , field 1, field 2, ..
field n
Print field 1, field 2, .. field n
End while
Close buffer number 128 Rekayasa Perangkat Lunak

Pernyataan While Not EOF digunakan untuk memeriksa apakah sudah ada
pada baris terakhir dari data. Jika belum maka baris-baris data akan dibaca dan
dicetak sampai baris terakhir. Pernyataan input digunakan untuk mengambil
data dari file untuk dimuat ke dalam program. Sedangkan pernyataan print
digunakan untuk mencetak data ke layar komputer.
Contoh 5.26. Contoh penerapan algoritma penulisan data.
File data dengan nama “siswa.dat” seperti pada contoh 5.25 yang field-nya
adalah nama siswa, alamat, nomor telepon. Maka untuk membaca data adalah
sebagai berikut.
Open “I”, #2, “siswa.dat”
While not EOF:
Input #2, , ,
Print , ,
End while
Close buffer number

5.5. Ringkasan
• Variabel adalah tempat dimana kita dapat mengisi atau
mengosongkan nilainya dan memanggil kembali apabila dibutuhkan.
Setiap variabel akan mempunyai nama (identifier) dan nilai.
• Konstanta adalah variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan
tidak bisa diubah.
• Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk
memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer.
• Tipe data dapat dikelompokkan menjadi tipe data primitive dan tipe
data composite. Tipe data primitive terdiri dari numeric, character,
dan bolean. Sedangkan tipe data composite terdiri dari array,
record/struct, image, date time, subrange, enumerasi, obyek dan
variant.
• Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian
masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma harus benar dan
harus berhenti. Setelah berhenti, algoritma memberikan hasil yang
benar.
• Algoritma dapat ditulis dengan cara Structured English, Pseudocode
dan Flowchart.
• Struktur berurutan terdiri satu atau lebih instruksi. Tiap instruksi
dikerjakan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya.
• Pada struktur percabangan, program akan berpindah urutan
pelaksanaan jika suatu kondisi yang disyaratkan dipenuhi.
• Struktur pengulangan terdiri dari dari kondisi pengulangan dan
badan pengulangan dan dapat dilakukan dengan For dan While.

Rekayasa Perangkat Lunak 129

• Array adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan elemen
yang bertipe sama, setiap elemen diakses langsung melalui
indeksnya. Operasi pencarian pada array dapat dilakukan dengan
cara linear search sedangkan pengurutan dengan metode bubble
sort.
• File data ada yang bersifat urut dan ada yang acak. Metode
pembacaan dan penulisan dibedakan dari modusnya 

K3LH

MENGHADAPI SITUASI-SITUASI DARURAT / EMERGENCY  


A. Jenis-Jenis Bahaya Di Tempat Kerja
Agar kita dapat manfaat yang sebesar-besarnya ditempat kerja, baik untuk karyawannya maupun perusahaannya., maka kita harus dapat meminimalisir bahaya di tempat kerja tersebut. Adapun kondisi bahaya di tempat kerja diantaranya bahaya yang bersifat khusus dan bahaya yang bersifat umum.


1.      Bahaya bersifat khusus: (Bersifat Material / Materiil)
Adalah bahaya yang ditimbulkan dari sarana dan prasarana tempat kerja.

Misalnya :Ø      keadaan lingkungan kerja yang tidak aman (Unsafe Condition) Ø      gedung yang tinggi drngan pondasi yang tidak seimbang
Ø      Struktur tanah yang tidak sesuai dengan standarIzin mendirikan bangunan (IMB)
Ø      Instalasi listrik yang tidak teratur
Ø      Tidak adanya peralatan keamanan dan pelindung saat bekerja
Ø      dsb
2.      Bahaya bersifat Umum (Bersifat Imaterial/ Non materiil)
Adalah bahaya yang disebabkan oleh karyawan itu sendiri atau bahaya yang ditimbulkan dari proses kerja.

Misalnya :Ø      Bekerja dengan tidak mematuhi keselamatan kerja (Unsave Worker) Ø      Tiak beristirahat
Ø      Memaksakan kerja selagi kondisi badan tidak bagus (unfit)
Ø      Terjadinya konflik
Ø      Miskomunikasi yang membuat tidak kondusif di tempat kerja
Ø      Lalai
Ø      Tdk mengikuti prosedur kerja dsb.
Sikap dan tindakan yang perlu dilakukan oleh seorang karyawan profesional terhadap keadaan bahaya diantaranya sebagai berikut:
a.       Bersikap cepat dan tanggap terhadap hal-hal yang diperkirakan dapat membahayakan.
b.      Mengamati (observasi) terhadap hal-hal yang dapat membahayakan
c.       Mengidentifikasi satu persatu hal-hal yang akan membahayakan tersebut
d.      Menganalisis secara teoritis baik dan buruknya untuk jangka panjang
e.       Menyimpulkan dan membuat solusi secara tertulis hasil pengamatan tersebut
Diajukan kepada bagian yang menangani permasalahan tersebut diperusahaan itu untuk ditindaklanjuti kepada atasannya.
B. Tanda Peringatan Bahaya Dan Tanda Bahaya di Tempat Kerja
Disini dibedakan antara tanda peringatan bahaya dan tanda bahaya di tempat kerja, karena diantara keduanya mempunyai pengertian yang berbeda diataranya sebagai berikut :
1. Tanda-Tanda Peripatan Bahaya
Peringatan dan tanda bahaya merupaka tanda-tanda atau kode yang digunakan sebelum bahaya terjadi, yaitu sebagai usaha pencegahan agar jangan terjadi bahaya. Pada dasarnya tanda-tanda larangan atau bahaya sama dengan tanda lalulintas jalan raya. Tanda-tanda tersebut diantaranya sebagai berikut :
a.       Tanda Gambar
Ø     Gambar leter P dicoret adalah larangan untuk parkir
Ø     Gambar puntung rokok, dilarang merokok di tempat kerja
Ø     Gambar tengkorak adalah gambar yang beracun
Ø     Gambar membuang sampah pada tong sampah adalah anjuran untuk membuang sampah pada tempatnya.
b.      Tanda Lampu Warna
Ø     Lanpu hijau adalah menunjukkan keadaan aman atau boleh jalan pada lalu lintas
Ø     Lampu kining adalah hati-hati atau harus waspada
Ø     Lampu merah tanda harus berhenti di lalu lintas dan tanda kawasan yang mengandung aliran listrik berbahaya
Ø     Lampu berkedip dengan sirine adalah tanda telah terjadinya bahaya atau hal-hal yang mencurigakan
c.       Tanda Kata-Kata
Tanda dengan himbauan adalah kata-kata yanag digunakan untuk peringatan biasanya singkat, padat dan jelas, seperti kata-kata berikut :
Ø     ”YANG TIDAK BERKEPENTINGAN DILARANG MASUK”
Ø     ”MATIKAN PONSEL”
Ø     ” DILARANG MEROKOK”
Ø     ”SIMPAN TAS PADA TENPAT PENITIPAN TAS”
Ø     ”PINTU DARURAT”
d.      Tanda Isyarat Tubuh
Yaitu simbol-simbul yang digunakan selama karyawan untuk berkomunikasi bila ada hal-hal yang membahayakan atau peringatan, seperti tanda-tanda berikut:
Ø     Menggelengkan kepala kekiri dan kekanan adalah menjawab tidak
Ø     Berkedip dengan cepat adalah isyarat melarang
Ø     Menempelka telunjuk dimulut adalah menyuruh diam
Ø     Mengedepankan telapak tangan didepan muka adalah melarang
2. Tanda-Tanda Bahaya
a.       Alarem Kebakaran
Alarm kebakaran akan berbunyi secara otomatis apabila terdeteksi adanya asap yang diterimanya. Tanda bahaya yang dikeluarkan biasanya berupa bunyi keras dan terusmenerus.
b.      Bunyi Sirine Ambulance
Sirine atau bunyi yang melengking dipasang pada mobil ambulance berbentuk speaker aktif bersama dengan lampu berwarna merah menyala.
c.       Alarem Kebocoran Gas
Alarem kebocoran gas berguna untuk mendeteksi adanya kebocoran gas yang dapat menimbilkan bahaya kebakaran maupun sesak pernapasan.
d.      Alarem Pencurian
Alarem pencurian akan bekerja dengan sendirinya bila ada orang memegang barang tertentu yang dilarang, dan bila ada orang yang memasuki tempat yang dijaga tanpa prosedur yang berlaku.
e.       Suara Tembakan Peringatan
Suara tembakan peringatan dilakukan oleh petugas kepolisian dengan cara menembak keatas sebanyak 3 kali, hal tersebut dilakukan untuk memberi peringatan kepada pelaku tindakan kejahatan agar menyerahkan diri.
SITUASI YANG DAPAT MENIMBULKAN BAHAY
Situasi dan kondisi yang dapat menjadi pemicu atau sumber-sumber bahaya bagi keamanan dan kesehatan tenaga kerja antara lain sebagai berikut.
1.      Faktor Fisik
Faktor-faktor fisik meliputi hal-hal sebagai berikut :
Ø      Suara yang terlalu bising
Ø      Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
Ø      Penerangan yang kurang memadai
Ø      Kelembaban udara
Ø      Getaran mekanis
Ø      Radiasa
Ø      Ventilasi yang kurang memadai
Ø      Tekanan udara yang terlalu tinggi atau trlalu rendah
Ø      Bau-bauan di tempat kerja
Ø      Kelembaban udara
2.      Faktor Kimia
Faktor-faktor kimia dapat berupa zat-zat berikut :
Ø      Gas/uap
Ø      Cairan
Ø      Debu-debuan
Ø      Butiran kristal dan bentuk lain
Ø      Bahan-bahan kimia yang mempunyai sifat racun
3.      Faktor Biologi
Faktor-faktor biologis dapat berupa benda-benda berikut :
Ø      Bakteri/virus
Ø      Jamur, cacing, dan serangga
4.      Faktor Faal
Faktor-faktor faal dapat meliputi sebagai berikut :
Ø      Sikap badan yang tidak baik pada waktu bekerja
Ø      Peralatan yang tidak cocok atau yang tidak sesuai dengan tenaga kerja
Ø      Gerak yang senantiasa berdiri atau duduk
Ø      Proses, sikap, dan cara kerja yang monoton
Ø      Beban kerja yang melampaui batas kemampuan
5.      Faktor Psikologis
Fakor-faktor psikologis dapat meliputi hal-hal sebagai berikut :
Ø      Kerja yang terpaksa/di paksakan yang tidak sesuai dengan kemampuan
Ø      Sasaran kerja yang tidak menyenangkan
Ø      Pikiran yang senantiasa tertekan terutama karena sikap atasan atau teman kerja yang tidak sesuai.
Ø      Pekerjaan yang cenderung lebih mudah menimbulkan kecelakaaan
Ditinjau dari segi lingkungan kerja, kondisi berbahaya di lingkungan kerja dapat timbul dari lingkungan khusus (teknis) dan lingkungan umum (nonteknis).

  1. Bahaya dari lingkungan teknis tekni-struktural,yaitu potensi bahaya yang terkandung dari lingkungan kerja diataranya lingkungan kerja yang kotor, tempat/ruang kerja yang tidak represetatif, sarana dan prasarana yang tidak layak pakai.
  2. Bahaya dari lingkungan nonteknis, yaitu potensi bahaya yang ditimbulkan dari potensi sikap dan tindakan pekerja, antara lain sebagai berikut.
    1. Tidak mengikuti prosedur dan tatatertib bekerja
    2. Tidak mentaati peraturan kerja
    3. Menentukan kebijakan pimpinan perusahaan
    4. Menyampaikan aspirasi dengan emosional
Ditinjau dari segi sifatnya, keadaan bahaya di tempat kerja dapat meliputi bahaya-bahaya berikut :

  1. Bahaya yang diakibatkan karena adanya kerusakan mesin dari segi hardware(perangkat keras)
  2. Bahaya yang diakibatkan oleh kesalahan program mesin dari segi sofware (perangkat lunak)
  3. Bahaya yang diakibatkan oleh pendukung misalnya, sering padamnya listrik
  4. Bahaya yang diakibatkan oleh sumber daya karyawan atau pengguna Brainware (yang belum kompeten menangani pekerjaan dibidang tertentu.
  5. Bahaya yang diakibatkan oleh ovwer worker,yaitu bekerja berlebihan tanpa istirahat hingga membahayakan bagi diri karyawan dan perusahaan itu sendiri.
Misalnya : meningkatkan jumlah produk dengan lembur yang tidak teratur.
KARAKTERISTIK TAMU ATAU PELANGGAN YANG MENCURIGAKAN
Karakteristik atau perilaku konsumen atau tamu bermacam-macam untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berkut :
Karakteristik Pelanggan

No.Kriteria konsumenCiri-ciri
1AwalØ      Keterbelakangan Ø      Ketidaktahuan
Ø      Kemiskinan
Ø      Pola hidup konsumtef
2MandiruØ      Cerdik dan pintar Ø      Berpengatahuan
Ø      Berkecukupan
Ø      Pola hidup terencana
3Motif konsumenØ      Ekonomis Ø      Sosiologis
Ø      Psikologis
4Watak KonsumenØ      Teliti Ø      Tidak teliti
Ø      Selektif
Ø      Pemboros
5Perilaku konsumenØ      Tregesa-gesa Ø      Ingin dilayani dengan cepat
Ø      Tidak sabar
Ø      Lamban
Ø      Pendengar yang baik
6Sikap konsumenØ      Sok tau Ø      Sombong
Ø      Suka menggurui
Ø      Sukar mengambil keputusan
Ø      Tidak percaya diri
Ø      Selalu khawatir
Ø      Penuh curiga
Ø      Sukar untuk diajak kerjasamama
Ø      Sukar bergaul
Ø      Mudah bergaul
Ø      Pengertian
Ø      Fokus pada tujuan
7MencurigakanØ      Berbelit-belit dalam berbicara Ø      Tatapan mata tidak fokus
Ø      Lirikan mata cepat
Ø      Tidak ada kesimplan pembicaraan
Ø      Mengulur waktu
Ø      Posisi tubuh berpaling dari hadapan pembicaraan
Ø      Pembicaraan tidak nyambung
Ø      Tidak ada kesesuaian aturan bahasa lisan dengan bahasa tubuh
PROSEDUR PENANGANAN KEADAAN DARURAT DI PERUSAHAAN DAN TEMPAT UMUM
Prosedur penanganan keadaan darurat (emergency)secara khusus disetiap perusahaan atau ditenpat umum telah divisualisasikan baik dalam bentuk gambar maupun tatatertib yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan atau tempat umum tersebut. Secara umum prosedur tersebut meliputi hal-hal berikut.
1.      Setiap karyawan harus menjaga keselamatan dirinya dan karyawan yang lainnya.
2.      Wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan.
3.      Mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan kerja yang berlaku.
4.      Apabila karyawan menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap keselamatan karyawan diperusahaan, harus segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan atau atasannya.
5.      Diluar waktu kerja yang ditetapkan oleh perusahaan, setiap buruh tidak diperbulehkan memakai/ menggunakan alat-alat atau perlengkapan kerja milik perusahaan untuk kepentingan pribadi.
6.      Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat atau perlengkapan kerja dengan baik dan teliti.
SIKAP DAN TINDAKAN SAAT MENGETAHUI SITUAS DARURAT
1. Sikap Dalam Menghadapi Situasi Darurat
Ø      Cepat dand tanggap dalam situasi darurat
Ø      Tidak panik
Ø      Tidak berteriak yang membuat panik orang lain
Ø      Adanya keinginan untuk menyelesaikan masalah
Ø      Tanang dalam menghadapi situasi darurat
2. Tindakan dalam Menghadapi Situasi Darurat
Ø      Tangani Situasi darurat sesuai prosedur di perusahaan
Ø      Ikuti pesen tanda-tannda bahaya di tempat kerja
Ø      Tentukan langkah dalam situasi darurat sesuai dengan permasalahannya
Ø      Operasikan perlengkapan situasi darurat yang tersedia di tempat kerja
Ø      Segera mengetahui dan meneliti keadaan darurat dan potensi keadaan darurat
Ø      Segera tentukan tindakan yang dibutuhkan untuk melakukannya dalam rangka lingkup tanggung jawabnya.
Ø      Pelaksanaan tindakan darurat mengikuti prosedur keadaan derurat yang sesuai dengan prosedur diperusahaan.
Ø      Segera cari bantuan dari rekan sejawat atau orang yang mempunyai wewenang bila perlu
Ø      Melaporkan rincian kejadian bila secara lisan dan tulisan yang benar sesuai aturan perusahaan
LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN SITUASI DARURAT
1. Menangani Ancaman Bom
Ø      Pastikan bahwa barang yang dicurigai masih ada di tempatnya
Ø      Beritahi pekerja yang lain agar menjauh dan keluar
Ø      Segera hubungi atasan/ pimpinan untuk menginformasikannya
Ø      Hubungi pihak kepolisian terdekat dan berikan keterangan yang lengkap
Ø      Amankan dokumen-dokumen terpenting
2. Pelanggan yang terganggu Mentalnya
Setiap yang datang keperusahaan bermacam-macan tidak menutup kemungkinan perusahaan didatangi oleh pelanggan yang terganggu mentalnya, misalnya abnormal, mabuk mnuman, tempramen pemarah ataupun yang lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut tindakan yang perlu dilakukan yaitu:
Ø      Jangan terlalu banyak diajak bicara
Ø      Bawa keruangan yang aman (tidak ada barang-barang berharga)
Ø      Jauhkan dari pelanggan yang lain ketempat yang aman tersebut, agar tidak mengganggu pelanggan yang lain.
Ø      Laporkan ke satpam (petugas keamanan)
Ø      Segera bekerja kembali
Ø      Urusan selanjutnya ditangani petugas keamanan

3. Kecelakaan
Bila terjadi kecelakaan kerja yang dialami seorang karyawan maka karyawan yang lain harus menolongnnya. Yang perlu dilakukan yaitu :
Ø      Membawanya keruangan kesehatan dan keselamatan kerja
Ø      Memberikan pertolongan pertama
Ø      Melaporkan pada atasan/ pimpinan
Ø      Menghubungi atau membawanya pada petugas kesehatan terdekat
Ø      Mendeteksi penyebab kecelakaan
Ø      Membuat solusi agar tidak terjadi lagi
4. Perampukan dan penodongan
Hal-hal yang perlu kita lakukan dalam situasi darurat adanya penodongan dan perampokan adalah sebagai berikut :
Ø      Jangan panik bila perampok mengancam dengan senjata tajam atau senjata api
Ø      Kenali dengan jelas raut mukanya, postur tubuhnya, dan pakaiannya
Ø      Kenali kekhasan suara bicaranya
Ø      Bila perampok lebih dari satu, kenali salah satu saja dengan jelas bila tak memungkinkan semuanya
Ø      Bila perampok membawa kendaraan, kenali kendaraan dengannya jelas, merek dan warna kendaraan, serta kenali plat nomor kendaraannya
Ø      Jangan mengadakan perlawanan bila tidak memungkinkan, karena akan mencelakakan jiwa
Ø      Jangan menunjukkan terhadap perampok dokumen-dokumen dan barang yang sangat penting
Ø      Bila perampok sudah mulai kabur, cepat hubungi pilisi lewat telepon dengan menunjukkan arah jalan yang dilalui agar polisi cepat memblokir semua jalan lalu lintas.
Ø      Laporkan pada satpam/ atasan /pmpinan
Ø      Membuat laporan tertulis kepada pihak berwajib (kepolisian) untuk ditindaklanjuti
5. Kebakaran
Ø      Segera hubungi lewat telepon tim pemadam kebakaran terdekat dengan menyampaikan alamat kejadian kebakaran yang jelas.
Ø      Pakailah pakaian pengaman anti api
Ø      Pijit bel peringatan berbahaya agar semua pekerja yang belum tahu mengetahuinya
Ø      Selamatkan dokumen-dokumen yang paling penting
Ø      Matikan listrik dari kilometernya
Ø      Ikuti jalan yang paling mudah untuk keluar dari tempat kebakaran
Ø      Jangan berteriak-teriak karena akan membuat panik dan salah tingkah
Ø      Segera evakuasi teman sekerja kalau ada yang terperangkap di dalam ruangan
Ø      Berikan pertolongan pertama dengan bantian pernapasan
Ø      Hubungi petugas kesehatan terdekat
6. Kebocoran gas
Hal-hal yang perlu dilakukan aat terjadi kebocoran gas :
Ø      Segera pakai pakaian pelindung pernapasan yang tersedia
Ø      Segera laporkan pada teknisi di perusahaan
Ø      Bila kebocoran sudeh parah dan menyebar, pijit sirine/ alarem agar semua pekerja cepat keluar mengamankan diri
7. Banjir
Bila terjadi banjir maka dalam situasi darurat tersebut yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
Ø      Membunyikan tanda sirine bahaya agar semua karyawan waspada
Ø      Mematikan aliran listrik
Ø      Mematikan mesin-mesin yang sedang digunakan
Ø      Menyimpan dokomen-dokumen penting pada tempat yang tertutup dan tidak terkena air
Ø      Bawa dokumen-dokumen pada gedung lantai atas, bila gedung beberapa lantai.
Ø      Memakai pakiaan pelampung
Ø      Tutup semua pintu
Ø      Bila keluar gedung gunakan ban atau perahu karet
Ø      Mintalah bantuan pada masyarakat atau dinas terdekat untuk mengevakuasi korban
Ø      Bila banjir sudah reda mintalah pendataan dan inventarisir semua barang baik yang rusak, hilang dan yang masih laik pakai serta kerugian yang dialami perusahaan
8. Gempa Bimi
Bila terjadi genpa bumi sebagai situasi darurat, dalam penanganan adalah sebagai berikut :
Ø      Ambil pengaman tutup kepala
Ø      Pindah keruangan yang tidak banyak barang berat
Ø      Ingat-ingat pintu darurat yang paling cepat dan aman kemudian keluarlah dengan cepat
Ø      Jangan keluar dengan lari tak tentu arah
Ø      Jangan lari pada pentu yang sama kerena akan menghambat kelancaran bahkan dapat menimbulkan kecelakaan jiwa
Ø      Buat laporan tertulis pada pimpinan dan pemerintah stempat
9. Tersengat Listrik
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menangani orang yang tersengat listrik adalah sebagai berikut
Ø      Segera matikan aliran lstrik
Ø      Pakailah sandal karet yang kering agar tidak tersengat listrik
Ø      Pisahkan orang yang terkena arus listrik dengan benda yang menempel dari arus listrik tersebut
Ø      Bila korban masih hidup berilah air minum putih secukupnya sebagai pertolongan pertama
Ø      Bawalah korban ke dinas kesehatan setempat