A. Jenis-Jenis Bahaya Di Tempat Kerja
Agar kita dapat manfaat yang sebesar-besarnya ditempat kerja, baik untuk karyawannya maupun perusahaannya., maka kita harus dapat meminimalisir bahaya di tempat kerja tersebut. Adapun kondisi bahaya di tempat kerja diantaranya bahaya yang bersifat khusus dan bahaya yang bersifat umum.
1. Bahaya bersifat khusus: (Bersifat Material / Materiil)
Adalah bahaya yang ditimbulkan dari sarana dan prasarana tempat kerja.
| Misalnya : | Ø keadaan lingkungan kerja yang tidak aman (Unsafe Condition) Ø gedung yang tinggi drngan pondasi yang tidak seimbang Ø Struktur tanah yang tidak sesuai dengan standarIzin mendirikan bangunan (IMB) Ø Instalasi listrik yang tidak teratur Ø Tidak adanya peralatan keamanan dan pelindung saat bekerja Ø dsb |
Adalah bahaya yang disebabkan oleh karyawan itu sendiri atau bahaya yang ditimbulkan dari proses kerja.
| Misalnya : | Ø Bekerja dengan tidak mematuhi keselamatan kerja (Unsave Worker) Ø Tiak beristirahat Ø Memaksakan kerja selagi kondisi badan tidak bagus (unfit) Ø Terjadinya konflik Ø Miskomunikasi yang membuat tidak kondusif di tempat kerja Ø Lalai Ø Tdk mengikuti prosedur kerja dsb. |
a. Bersikap cepat dan tanggap terhadap hal-hal yang diperkirakan dapat membahayakan.
b. Mengamati (observasi) terhadap hal-hal yang dapat membahayakan
c. Mengidentifikasi satu persatu hal-hal yang akan membahayakan tersebut
d. Menganalisis secara teoritis baik dan buruknya untuk jangka panjang
e. Menyimpulkan dan membuat solusi secara tertulis hasil pengamatan tersebut
Diajukan kepada bagian yang menangani permasalahan tersebut diperusahaan itu untuk ditindaklanjuti kepada atasannya.
B. Tanda Peringatan Bahaya Dan Tanda Bahaya di Tempat Kerja
Disini dibedakan antara tanda peringatan bahaya dan tanda bahaya di tempat kerja, karena diantara keduanya mempunyai pengertian yang berbeda diataranya sebagai berikut :
1. Tanda-Tanda Peripatan Bahaya
Peringatan dan tanda bahaya merupaka tanda-tanda atau kode yang digunakan sebelum bahaya terjadi, yaitu sebagai usaha pencegahan agar jangan terjadi bahaya. Pada dasarnya tanda-tanda larangan atau bahaya sama dengan tanda lalulintas jalan raya. Tanda-tanda tersebut diantaranya sebagai berikut :
a. Tanda Gambar
Ø Gambar leter P dicoret adalah larangan untuk parkir
Ø Gambar puntung rokok, dilarang merokok di tempat kerja
Ø Gambar tengkorak adalah gambar yang beracun
Ø Gambar membuang sampah pada tong sampah adalah anjuran untuk membuang sampah pada tempatnya.
b. Tanda Lampu Warna
Ø Lanpu hijau adalah menunjukkan keadaan aman atau boleh jalan pada lalu lintas
Ø Lampu kining adalah hati-hati atau harus waspada
Ø Lampu merah tanda harus berhenti di lalu lintas dan tanda kawasan yang mengandung aliran listrik berbahaya
Ø Lampu berkedip dengan sirine adalah tanda telah terjadinya bahaya atau hal-hal yang mencurigakan
c. Tanda Kata-Kata
Tanda dengan himbauan adalah kata-kata yanag digunakan untuk peringatan biasanya singkat, padat dan jelas, seperti kata-kata berikut :
Ø ”YANG TIDAK BERKEPENTINGAN DILARANG MASUK”
Ø ”MATIKAN PONSEL”
Ø ” DILARANG MEROKOK”
Ø ”SIMPAN TAS PADA TENPAT PENITIPAN TAS”
Ø ”PINTU DARURAT”
d. Tanda Isyarat Tubuh
Yaitu simbol-simbul yang digunakan selama karyawan untuk berkomunikasi bila ada hal-hal yang membahayakan atau peringatan, seperti tanda-tanda berikut:
Ø Menggelengkan kepala kekiri dan kekanan adalah menjawab tidak
Ø Berkedip dengan cepat adalah isyarat melarang
Ø Menempelka telunjuk dimulut adalah menyuruh diam
Ø Mengedepankan telapak tangan didepan muka adalah melarang
2. Tanda-Tanda Bahaya
a. Alarem Kebakaran
Alarm kebakaran akan berbunyi secara otomatis apabila terdeteksi adanya asap yang diterimanya. Tanda bahaya yang dikeluarkan biasanya berupa bunyi keras dan terusmenerus.
b. Bunyi Sirine Ambulance
Sirine atau bunyi yang melengking dipasang pada mobil ambulance berbentuk speaker aktif bersama dengan lampu berwarna merah menyala.
c. Alarem Kebocoran Gas
Alarem kebocoran gas berguna untuk mendeteksi adanya kebocoran gas yang dapat menimbilkan bahaya kebakaran maupun sesak pernapasan.
d. Alarem Pencurian
Alarem pencurian akan bekerja dengan sendirinya bila ada orang memegang barang tertentu yang dilarang, dan bila ada orang yang memasuki tempat yang dijaga tanpa prosedur yang berlaku.
e. Suara Tembakan Peringatan
Suara tembakan peringatan dilakukan oleh petugas kepolisian dengan cara menembak keatas sebanyak 3 kali, hal tersebut dilakukan untuk memberi peringatan kepada pelaku tindakan kejahatan agar menyerahkan diri.
SITUASI YANG DAPAT MENIMBULKAN BAHAY
Situasi dan kondisi yang dapat menjadi pemicu atau sumber-sumber bahaya bagi keamanan dan kesehatan tenaga kerja antara lain sebagai berikut.
1. Faktor Fisik
Faktor-faktor fisik meliputi hal-hal sebagai berikut :
Ø Suara yang terlalu bising
Ø Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
Ø Penerangan yang kurang memadai
Ø Kelembaban udara
Ø Getaran mekanis
Ø Radiasa
Ø Ventilasi yang kurang memadai
Ø Tekanan udara yang terlalu tinggi atau trlalu rendah
Ø Bau-bauan di tempat kerja
Ø Kelembaban udara
2. Faktor Kimia
Faktor-faktor kimia dapat berupa zat-zat berikut :
Ø Gas/uap
Ø Cairan
Ø Debu-debuan
Ø Butiran kristal dan bentuk lain
Ø Bahan-bahan kimia yang mempunyai sifat racun
3. Faktor Biologi
Faktor-faktor biologis dapat berupa benda-benda berikut :
Ø Bakteri/virus
Ø Jamur, cacing, dan serangga
4. Faktor Faal
Faktor-faktor faal dapat meliputi sebagai berikut :
Ø Sikap badan yang tidak baik pada waktu bekerja
Ø Peralatan yang tidak cocok atau yang tidak sesuai dengan tenaga kerja
Ø Gerak yang senantiasa berdiri atau duduk
Ø Proses, sikap, dan cara kerja yang monoton
Ø Beban kerja yang melampaui batas kemampuan
5. Faktor Psikologis
Fakor-faktor psikologis dapat meliputi hal-hal sebagai berikut :
Ø Kerja yang terpaksa/di paksakan yang tidak sesuai dengan kemampuan
Ø Sasaran kerja yang tidak menyenangkan
Ø Pikiran yang senantiasa tertekan terutama karena sikap atasan atau teman kerja yang tidak sesuai.
Ø Pekerjaan yang cenderung lebih mudah menimbulkan kecelakaaan
Ditinjau dari segi lingkungan kerja, kondisi berbahaya di lingkungan kerja dapat timbul dari lingkungan khusus (teknis) dan lingkungan umum (nonteknis).
- Bahaya dari lingkungan teknis tekni-struktural,yaitu potensi bahaya yang terkandung dari lingkungan kerja diataranya lingkungan kerja yang kotor, tempat/ruang kerja yang tidak represetatif, sarana dan prasarana yang tidak layak pakai.
- Bahaya dari lingkungan nonteknis, yaitu potensi bahaya yang ditimbulkan dari potensi sikap dan tindakan pekerja, antara lain sebagai berikut.
- Tidak mengikuti prosedur dan tatatertib bekerja
- Tidak mentaati peraturan kerja
- Menentukan kebijakan pimpinan perusahaan
- Menyampaikan aspirasi dengan emosional
- Bahaya yang diakibatkan karena adanya kerusakan mesin dari segi hardware(perangkat keras)
- Bahaya yang diakibatkan oleh kesalahan program mesin dari segi sofware (perangkat lunak)
- Bahaya yang diakibatkan oleh pendukung misalnya, sering padamnya listrik
- Bahaya yang diakibatkan oleh sumber daya karyawan atau pengguna Brainware (yang belum kompeten menangani pekerjaan dibidang tertentu.
- Bahaya yang diakibatkan oleh ovwer worker,yaitu bekerja berlebihan tanpa istirahat hingga membahayakan bagi diri karyawan dan perusahaan itu sendiri.
KARAKTERISTIK TAMU ATAU PELANGGAN YANG MENCURIGAKAN
Karakteristik atau perilaku konsumen atau tamu bermacam-macam untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berkut :
Karakteristik Pelanggan
| No. | Kriteria konsumen | Ciri-ciri |
| 1 | Awal | Ø Keterbelakangan Ø Ketidaktahuan Ø Kemiskinan Ø Pola hidup konsumtef |
| 2 | Mandiru | Ø Cerdik dan pintar Ø Berpengatahuan Ø Berkecukupan Ø Pola hidup terencana |
| 3 | Motif konsumen | Ø Ekonomis Ø Sosiologis Ø Psikologis |
| 4 | Watak Konsumen | Ø Teliti Ø Tidak teliti Ø Selektif Ø Pemboros |
| 5 | Perilaku konsumen | Ø Tregesa-gesa Ø Ingin dilayani dengan cepat Ø Tidak sabar Ø Lamban Ø Pendengar yang baik |
| 6 | Sikap konsumen | Ø Sok tau Ø Sombong Ø Suka menggurui Ø Sukar mengambil keputusan Ø Tidak percaya diri Ø Selalu khawatir Ø Penuh curiga Ø Sukar untuk diajak kerjasamama Ø Sukar bergaul Ø Mudah bergaul Ø Pengertian Ø Fokus pada tujuan |
| 7 | Mencurigakan | Ø Berbelit-belit dalam berbicara Ø Tatapan mata tidak fokus Ø Lirikan mata cepat Ø Tidak ada kesimplan pembicaraan Ø Mengulur waktu Ø Posisi tubuh berpaling dari hadapan pembicaraan Ø Pembicaraan tidak nyambung Ø Tidak ada kesesuaian aturan bahasa lisan dengan bahasa tubuh |
Prosedur penanganan keadaan darurat (emergency)secara khusus disetiap perusahaan atau ditenpat umum telah divisualisasikan baik dalam bentuk gambar maupun tatatertib yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan atau tempat umum tersebut. Secara umum prosedur tersebut meliputi hal-hal berikut.
1. Setiap karyawan harus menjaga keselamatan dirinya dan karyawan yang lainnya.
2. Wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan.
3. Mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan kerja yang berlaku.
4. Apabila karyawan menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap keselamatan karyawan diperusahaan, harus segera melaporkan kepada pimpinan perusahaan atau atasannya.
5. Diluar waktu kerja yang ditetapkan oleh perusahaan, setiap buruh tidak diperbulehkan memakai/ menggunakan alat-alat atau perlengkapan kerja milik perusahaan untuk kepentingan pribadi.
6. Setiap pekerja wajib memelihara alat-alat atau perlengkapan kerja dengan baik dan teliti.
SIKAP DAN TINDAKAN SAAT MENGETAHUI SITUAS DARURAT
1. Sikap Dalam Menghadapi Situasi Darurat
Ø Cepat dand tanggap dalam situasi darurat
Ø Tidak panik
Ø Tidak berteriak yang membuat panik orang lain
Ø Adanya keinginan untuk menyelesaikan masalah
Ø Tanang dalam menghadapi situasi darurat
2. Tindakan dalam Menghadapi Situasi Darurat
Ø Tangani Situasi darurat sesuai prosedur di perusahaan
Ø Ikuti pesen tanda-tannda bahaya di tempat kerja
Ø Tentukan langkah dalam situasi darurat sesuai dengan permasalahannya
Ø Operasikan perlengkapan situasi darurat yang tersedia di tempat kerja
Ø Segera mengetahui dan meneliti keadaan darurat dan potensi keadaan darurat
Ø Segera tentukan tindakan yang dibutuhkan untuk melakukannya dalam rangka lingkup tanggung jawabnya.
Ø Pelaksanaan tindakan darurat mengikuti prosedur keadaan derurat yang sesuai dengan prosedur diperusahaan.
Ø Segera cari bantuan dari rekan sejawat atau orang yang mempunyai wewenang bila perlu
Ø Melaporkan rincian kejadian bila secara lisan dan tulisan yang benar sesuai aturan perusahaan
LANGKAH-LANGKAH PENANGANAN SITUASI DARURAT
1. Menangani Ancaman Bom
Ø Pastikan bahwa barang yang dicurigai masih ada di tempatnya
Ø Beritahi pekerja yang lain agar menjauh dan keluar
Ø Segera hubungi atasan/ pimpinan untuk menginformasikannya
Ø Hubungi pihak kepolisian terdekat dan berikan keterangan yang lengkap
Ø Amankan dokumen-dokumen terpenting
2. Pelanggan yang terganggu Mentalnya
Setiap yang datang keperusahaan bermacam-macan tidak menutup kemungkinan perusahaan didatangi oleh pelanggan yang terganggu mentalnya, misalnya abnormal, mabuk mnuman, tempramen pemarah ataupun yang lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut tindakan yang perlu dilakukan yaitu:
Ø Jangan terlalu banyak diajak bicara
Ø Bawa keruangan yang aman (tidak ada barang-barang berharga)
Ø Jauhkan dari pelanggan yang lain ketempat yang aman tersebut, agar tidak mengganggu pelanggan yang lain.
Ø Laporkan ke satpam (petugas keamanan)
Ø Segera bekerja kembali
Ø Urusan selanjutnya ditangani petugas keamanan
3. Kecelakaan
Bila terjadi kecelakaan kerja yang dialami seorang karyawan maka karyawan yang lain harus menolongnnya. Yang perlu dilakukan yaitu :
Ø Membawanya keruangan kesehatan dan keselamatan kerja
Ø Memberikan pertolongan pertama
Ø Melaporkan pada atasan/ pimpinan
Ø Menghubungi atau membawanya pada petugas kesehatan terdekat
Ø Mendeteksi penyebab kecelakaan
Ø Membuat solusi agar tidak terjadi lagi
4. Perampukan dan penodongan
Hal-hal yang perlu kita lakukan dalam situasi darurat adanya penodongan dan perampokan adalah sebagai berikut :
Ø Jangan panik bila perampok mengancam dengan senjata tajam atau senjata api
Ø Kenali dengan jelas raut mukanya, postur tubuhnya, dan pakaiannya
Ø Kenali kekhasan suara bicaranya
Ø Bila perampok lebih dari satu, kenali salah satu saja dengan jelas bila tak memungkinkan semuanya
Ø Bila perampok membawa kendaraan, kenali kendaraan dengannya jelas, merek dan warna kendaraan, serta kenali plat nomor kendaraannya
Ø Jangan mengadakan perlawanan bila tidak memungkinkan, karena akan mencelakakan jiwa
Ø Jangan menunjukkan terhadap perampok dokumen-dokumen dan barang yang sangat penting
Ø Bila perampok sudah mulai kabur, cepat hubungi pilisi lewat telepon dengan menunjukkan arah jalan yang dilalui agar polisi cepat memblokir semua jalan lalu lintas.
Ø Laporkan pada satpam/ atasan /pmpinan
Ø Membuat laporan tertulis kepada pihak berwajib (kepolisian) untuk ditindaklanjuti
5. Kebakaran
Ø Segera hubungi lewat telepon tim pemadam kebakaran terdekat dengan menyampaikan alamat kejadian kebakaran yang jelas.
Ø Pakailah pakaian pengaman anti api
Ø Pijit bel peringatan berbahaya agar semua pekerja yang belum tahu mengetahuinya
Ø Selamatkan dokumen-dokumen yang paling penting
Ø Matikan listrik dari kilometernya
Ø Ikuti jalan yang paling mudah untuk keluar dari tempat kebakaran
Ø Jangan berteriak-teriak karena akan membuat panik dan salah tingkah
Ø Segera evakuasi teman sekerja kalau ada yang terperangkap di dalam ruangan
Ø Berikan pertolongan pertama dengan bantian pernapasan
Ø Hubungi petugas kesehatan terdekat
6. Kebocoran gas
Hal-hal yang perlu dilakukan aat terjadi kebocoran gas :
Ø Segera pakai pakaian pelindung pernapasan yang tersedia
Ø Segera laporkan pada teknisi di perusahaan
Ø Bila kebocoran sudeh parah dan menyebar, pijit sirine/ alarem agar semua pekerja cepat keluar mengamankan diri
7. Banjir
Bila terjadi banjir maka dalam situasi darurat tersebut yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
Ø Membunyikan tanda sirine bahaya agar semua karyawan waspada
Ø Mematikan aliran listrik
Ø Mematikan mesin-mesin yang sedang digunakan
Ø Menyimpan dokomen-dokumen penting pada tempat yang tertutup dan tidak terkena air
Ø Bawa dokumen-dokumen pada gedung lantai atas, bila gedung beberapa lantai.
Ø Memakai pakiaan pelampung
Ø Tutup semua pintu
Ø Bila keluar gedung gunakan ban atau perahu karet
Ø Mintalah bantuan pada masyarakat atau dinas terdekat untuk mengevakuasi korban
Ø Bila banjir sudah reda mintalah pendataan dan inventarisir semua barang baik yang rusak, hilang dan yang masih laik pakai serta kerugian yang dialami perusahaan
8. Gempa Bimi
Bila terjadi genpa bumi sebagai situasi darurat, dalam penanganan adalah sebagai berikut :
Ø Ambil pengaman tutup kepala
Ø Pindah keruangan yang tidak banyak barang berat
Ø Ingat-ingat pintu darurat yang paling cepat dan aman kemudian keluarlah dengan cepat
Ø Jangan keluar dengan lari tak tentu arah
Ø Jangan lari pada pentu yang sama kerena akan menghambat kelancaran bahkan dapat menimbulkan kecelakaan jiwa
Ø Buat laporan tertulis pada pimpinan dan pemerintah stempat
9. Tersengat Listrik
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menangani orang yang tersengat listrik adalah sebagai berikut
Ø Segera matikan aliran lstrik
Ø Pakailah sandal karet yang kering agar tidak tersengat listrik
Ø Pisahkan orang yang terkena arus listrik dengan benda yang menempel dari arus listrik tersebut
Ø Bila korban masih hidup berilah air minum putih secukupnya sebagai pertolongan pertama
Ø Bawalah korban ke dinas kesehatan setempat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar