Basis data merupakan sumber daya yang berharga, karena dapat digunakan untuk menghasilkan informasi. Pada kenyataannya basis data tidak diakses secara langsung, akan tetapi dilakukan dengan menggunakan aplikasi. Dengan kata lain aplikasi basis data merupakan pintu masuk ke dalam sumber daya basis data.
Terdapat beberapa pengertian mengenai aplikasi, yaitu:
• Aplikasi adalah satu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas (Buyens, 2001).
• Aplikasi adalah sistem lengkap yang mengerjakan tugas specifik (Post, 1999).
Aplikasi basis data terdiri atas sekumpulan menu, formulir, laporan (report), dan program yang memenuhi kebutuhan suatu fungsional unit bisnis/organisasi/instansi (Kroenke, 1990).
Kebutuhan akan aktivitas menentukan kebutuhan akan suatu aplikasi, dan kebutuhan akan aplikasi akan menentukan kebutuhan suatu basis data. Tujuan aplikasi ialah untuk menyediakan informasi dan membantu pemakai membuat keputusan.
Aplikasi basis data dikembangkan sedemikian rupa sehingga pemakai dengan berbagai bidang fungsional yang berbeda akan mendapatkan informasi dari basis data tanpa saling mengganggu. Aplikasi basis data harus mengimplementasikan kebijakan kontrol yang dibuat oleh manajemen. Pembatasan (restriction) digunakan untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses basis data dan apa yang boleh dikerjakan jika sesorang telah dapat mengakses data.
Terdapat beberapa pengertian mengenai aplikasi, yaitu:
• Aplikasi adalah satu unit perangkat lunak yang dibuat untuk melayani kebutuhan akan beberapa aktivitas (Buyens, 2001).
• Aplikasi adalah sistem lengkap yang mengerjakan tugas specifik (Post, 1999).
Aplikasi basis data terdiri atas sekumpulan menu, formulir, laporan (report), dan program yang memenuhi kebutuhan suatu fungsional unit bisnis/organisasi/instansi (Kroenke, 1990).
Kebutuhan akan aktivitas menentukan kebutuhan akan suatu aplikasi, dan kebutuhan akan aplikasi akan menentukan kebutuhan suatu basis data. Tujuan aplikasi ialah untuk menyediakan informasi dan membantu pemakai membuat keputusan.
Aplikasi basis data dikembangkan sedemikian rupa sehingga pemakai dengan berbagai bidang fungsional yang berbeda akan mendapatkan informasi dari basis data tanpa saling mengganggu. Aplikasi basis data harus mengimplementasikan kebijakan kontrol yang dibuat oleh manajemen. Pembatasan (restriction) digunakan untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses basis data dan apa yang boleh dikerjakan jika sesorang telah dapat mengakses data.
2.1. Komponen Sistem Aplikasi Basis Data
a. Perangkat Keras
Perangkat keras diperlukan untuk menjalankan SMBD. Pada umumnya aplikasi basis data tidak memerlukan perangkat keras khusus. Aplikasi basis data umumnya berbagi perangkat keras. Dapat terjadi berbagai aplikasi menggunakan perangkat keras yang persis sama, atau hanya berbagi pemakaian disk untuk media penyimpanan basis data bersama.
b. Program
Untuk mendukung berbagai aplikasi basis data diperlukan perangkat lunak berupa program komputer. Aplikasi memerlukan SMBD dan sistem operasi. Selain itu banyak aplikasi memerlukan satu atau lebih program aplikasi. Program aplikasi dikembangkan oleh pemrogram atau pemakai, sedangkan SMBD dan sistem operasi disediakan oleh vendor.
Program aplikasi dikelompokkan menjadi dua, ialah:
• Program aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman baku seperti Pascal, Visual Basic, Visual Dephi, Visual FoxPro dan lain-lain. Program tersebut mengakses SMBD melalui pemanggilan sub-routine.
• Program aplikasi yang berisi program yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang dimiliki oleh produk SMBD, misalnya dengan bahasa query/update yang interaktif. Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih komplek digunakan pengembangan lebih lanjut dari bahasa tersebut (dengan instruksi yang lebih panjang). SMBD menyediakan fasilitas untuk menyimpan urutan perintah query/update tersebut.
Untuk membuat program aplikasi diperlukan SDM yang dapat menulis program dengan bahasa pemrograman yang dipilih.
c. Data
Data untuk aplikasi basis data ialah basis data itu sendiri. Basis data berisi: data sumber, meta data, kamus data, dan overhead data. Data sumber ialah fakta yang disimpan di dalam basis data, misalnya: nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan alamat. Kamus data memperjelas struktur dari basis data. Meta data adalah data tentang struktur basis data yang disimpan di dalam kamus data. Overhead data digunakan untuk list, index, dan struktur data yang lain yang menyajikan relationship dari record.
Aplikasi yang berbeda umumnya melakukan proses yang berbeda, akan tetapi bersama-sama menggunakan bagian basis data secara overlapping. Struktur dari keseluruhan basis data disebut dengan schema atau conceptual view. Bagian dari struktur basis data yang diproses oleh suatu aplikasi disebut dengan sub schema atau application view. Sub schema disebut juga dengan logical view.
Program aplikasi hanya menaruh perhatian pada data di dalam view yang terkait. Dengan demikian keuntungannya ialah data dapat dilindungi dari akses pihak-pihak yang tidak berwenang, dan kerugiannya ialah timbulnya konflik diantara program atau pemakai yang bersama-sama menggunakan overlapping schema. Potensi konflik diantara view application harus diidentifikasi dan dicegah.
d. Prosedur
Pemakai dan staf operasi memerlukan prosedur yang menjelaskan bagaimana sistem dijalankan. Pemakai perlu tahu bagaimana memulai sistem, bagaimana memasukkan perintah dan data, bagaimana mengoperasikan komputer atau terminal, dan bagaimana untuk menjalankan sistem untuk mengerjakan tugas-tugas yang perlu diselesaikan.
Banyak prosedur dapat diprogramkan ke dalam program aplikasi, dan sebagai alternatifnya prosedur dapat didokumentasikan secara manual. Disamping prosedur untuk operasi normal, prosedur untuk backup dan pemulihan (recovery) juga diperlukan.
Misalnya jika terjadi kegagalan (failure) sistem, khususnya untuk sistem multi-user, maka prosedur yang harus disiapkan antara lain ialah: (a) apa yang harus dikerjakan pertama kali, (b) data apa yang perlu disimpan, dan (c) bagaimana dengan transaksi yang sedang dikerjakan yang tidak dapat diproses selama terjadi kegagalan.
Jika kondisi telah menjadi normal kembali, maka prosedur yang harus disiapkan ialah: (a) berapa banyak pekerjaan yang harus dikerjakan ulang, dan (b) data apa yang secara manual diperoleh selama terjadinya kegagalan perlu untuk dimasukkan ke dalam sistem sebelum transaksi yang baru dapat diproses.
Contoh lain ialah misalnya terjadi kegagalan pada basis data, maka perlu disiapkan:
• Apa yang harus dikerjakan oleh staf operasi
• Langkah apa yang perlu dilakukan untuk identifikasi sumber masalah dan melakukan koreksinya
• Apa yang harus dikerjakan untuk meminimumkan kerusakan terhadap basis data
• Siapa yang perlu dipanggil
• Bagaimana memulai kembali atau pemulihan basis data.
Dengan perkembangan kebutuhan yang ada, seringkali diperlukan pengubahan basis data. Pengubahan tersebut harus dilakukan secara hati-hati, karena pengubahan basis data yang menguntungkan satu pemakai barangkali akan merugikan pemakai yang lain. Dengan demikian pengubahan terhadap basis data perlu ditinjau dari sisi pandang komunitas (a community wide view). Prosedur didefinisikan dan didokumentasikan untuk kontrol pengubahan pada basis data.
e. Orang
Orang yang terkait dengan aplikasi basis data dikelompokkan sebagai berikut:
• Clientele, adalah orang untuk siapa sistem dikembangkan.
• Pemakai, ialah yang menggunakan sistem untuk memenuhi kebutuhan bisnis
• Personal Operasi, mereka yang menjalankan komputer dan peralatan-peralatan yang berhubungan. Terdiri dari: operator komputer, personalia data kontrol, dan operator data entry.
• Personal Pengembang Sistem, yang merancang dan mengimplementasikan basis data dan aplikasinya. Mereka yang menentukan kebutuhan, menspecifikasikan pilihan, merancang lima komponen dari sistem, dan mengimplementasikan sistem. Terdiri atas: analis sistem, pemrogam aplikasi, pemrogram sistem.
• Administrator Basis Data (ABD), yang berfungsi untuk melindungi basis data dan memecahkan konflik diantara pemakai. Administrator Basis Data hendaknya mewakili komunitas secara keseluruhan, bukannya hanya untuk satu kelompok dari pemakai. Di dalam peran ini ABD harus mengambil keputusan mengenai aturan pemrosesan dan tanggung jawab dari setiap pemakai.
2.2. Komponen Fungsional Aplikasi Basis Data
Pada bagian sebelumnya telah diberikan komponen sistem dari aplikasi basis data. Selain komponen tersebut, aplikasi basis data mempunyai komponen lain yang berhubungan dengan teknologi, yaitu komponen fungsional. Komponen tersebut menyediakan tiga fungsi dari basis data, yaitu: (a) mekanisme untuk updating data, (b) mekanisme untuk menampilkan atau display data, dan (c) mekanisme untuk mengontrol pemrosesan aplikasi. Pada bagian berikut akan dijelaskan lebih rinci ketiga komponen tersebut.
a. Perangkat Keras
Perangkat keras diperlukan untuk menjalankan SMBD. Pada umumnya aplikasi basis data tidak memerlukan perangkat keras khusus. Aplikasi basis data umumnya berbagi perangkat keras. Dapat terjadi berbagai aplikasi menggunakan perangkat keras yang persis sama, atau hanya berbagi pemakaian disk untuk media penyimpanan basis data bersama.
b. Program
Untuk mendukung berbagai aplikasi basis data diperlukan perangkat lunak berupa program komputer. Aplikasi memerlukan SMBD dan sistem operasi. Selain itu banyak aplikasi memerlukan satu atau lebih program aplikasi. Program aplikasi dikembangkan oleh pemrogram atau pemakai, sedangkan SMBD dan sistem operasi disediakan oleh vendor.
Program aplikasi dikelompokkan menjadi dua, ialah:
• Program aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman baku seperti Pascal, Visual Basic, Visual Dephi, Visual FoxPro dan lain-lain. Program tersebut mengakses SMBD melalui pemanggilan sub-routine.
• Program aplikasi yang berisi program yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang dimiliki oleh produk SMBD, misalnya dengan bahasa query/update yang interaktif. Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang lebih komplek digunakan pengembangan lebih lanjut dari bahasa tersebut (dengan instruksi yang lebih panjang). SMBD menyediakan fasilitas untuk menyimpan urutan perintah query/update tersebut.
Untuk membuat program aplikasi diperlukan SDM yang dapat menulis program dengan bahasa pemrograman yang dipilih.
c. Data
Data untuk aplikasi basis data ialah basis data itu sendiri. Basis data berisi: data sumber, meta data, kamus data, dan overhead data. Data sumber ialah fakta yang disimpan di dalam basis data, misalnya: nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan alamat. Kamus data memperjelas struktur dari basis data. Meta data adalah data tentang struktur basis data yang disimpan di dalam kamus data. Overhead data digunakan untuk list, index, dan struktur data yang lain yang menyajikan relationship dari record.
Aplikasi yang berbeda umumnya melakukan proses yang berbeda, akan tetapi bersama-sama menggunakan bagian basis data secara overlapping. Struktur dari keseluruhan basis data disebut dengan schema atau conceptual view. Bagian dari struktur basis data yang diproses oleh suatu aplikasi disebut dengan sub schema atau application view. Sub schema disebut juga dengan logical view.
Program aplikasi hanya menaruh perhatian pada data di dalam view yang terkait. Dengan demikian keuntungannya ialah data dapat dilindungi dari akses pihak-pihak yang tidak berwenang, dan kerugiannya ialah timbulnya konflik diantara program atau pemakai yang bersama-sama menggunakan overlapping schema. Potensi konflik diantara view application harus diidentifikasi dan dicegah.
d. Prosedur
Pemakai dan staf operasi memerlukan prosedur yang menjelaskan bagaimana sistem dijalankan. Pemakai perlu tahu bagaimana memulai sistem, bagaimana memasukkan perintah dan data, bagaimana mengoperasikan komputer atau terminal, dan bagaimana untuk menjalankan sistem untuk mengerjakan tugas-tugas yang perlu diselesaikan.
Banyak prosedur dapat diprogramkan ke dalam program aplikasi, dan sebagai alternatifnya prosedur dapat didokumentasikan secara manual. Disamping prosedur untuk operasi normal, prosedur untuk backup dan pemulihan (recovery) juga diperlukan.
Misalnya jika terjadi kegagalan (failure) sistem, khususnya untuk sistem multi-user, maka prosedur yang harus disiapkan antara lain ialah: (a) apa yang harus dikerjakan pertama kali, (b) data apa yang perlu disimpan, dan (c) bagaimana dengan transaksi yang sedang dikerjakan yang tidak dapat diproses selama terjadi kegagalan.
Jika kondisi telah menjadi normal kembali, maka prosedur yang harus disiapkan ialah: (a) berapa banyak pekerjaan yang harus dikerjakan ulang, dan (b) data apa yang secara manual diperoleh selama terjadinya kegagalan perlu untuk dimasukkan ke dalam sistem sebelum transaksi yang baru dapat diproses.
Contoh lain ialah misalnya terjadi kegagalan pada basis data, maka perlu disiapkan:
• Apa yang harus dikerjakan oleh staf operasi
• Langkah apa yang perlu dilakukan untuk identifikasi sumber masalah dan melakukan koreksinya
• Apa yang harus dikerjakan untuk meminimumkan kerusakan terhadap basis data
• Siapa yang perlu dipanggil
• Bagaimana memulai kembali atau pemulihan basis data.
Dengan perkembangan kebutuhan yang ada, seringkali diperlukan pengubahan basis data. Pengubahan tersebut harus dilakukan secara hati-hati, karena pengubahan basis data yang menguntungkan satu pemakai barangkali akan merugikan pemakai yang lain. Dengan demikian pengubahan terhadap basis data perlu ditinjau dari sisi pandang komunitas (a community wide view). Prosedur didefinisikan dan didokumentasikan untuk kontrol pengubahan pada basis data.
e. Orang
Orang yang terkait dengan aplikasi basis data dikelompokkan sebagai berikut:
• Clientele, adalah orang untuk siapa sistem dikembangkan.
• Pemakai, ialah yang menggunakan sistem untuk memenuhi kebutuhan bisnis
• Personal Operasi, mereka yang menjalankan komputer dan peralatan-peralatan yang berhubungan. Terdiri dari: operator komputer, personalia data kontrol, dan operator data entry.
• Personal Pengembang Sistem, yang merancang dan mengimplementasikan basis data dan aplikasinya. Mereka yang menentukan kebutuhan, menspecifikasikan pilihan, merancang lima komponen dari sistem, dan mengimplementasikan sistem. Terdiri atas: analis sistem, pemrogam aplikasi, pemrogram sistem.
• Administrator Basis Data (ABD), yang berfungsi untuk melindungi basis data dan memecahkan konflik diantara pemakai. Administrator Basis Data hendaknya mewakili komunitas secara keseluruhan, bukannya hanya untuk satu kelompok dari pemakai. Di dalam peran ini ABD harus mengambil keputusan mengenai aturan pemrosesan dan tanggung jawab dari setiap pemakai.
2.2. Komponen Fungsional Aplikasi Basis Data
Pada bagian sebelumnya telah diberikan komponen sistem dari aplikasi basis data. Selain komponen tersebut, aplikasi basis data mempunyai komponen lain yang berhubungan dengan teknologi, yaitu komponen fungsional. Komponen tersebut menyediakan tiga fungsi dari basis data, yaitu: (a) mekanisme untuk updating data, (b) mekanisme untuk menampilkan atau display data, dan (c) mekanisme untuk mengontrol pemrosesan aplikasi. Pada bagian berikut akan dijelaskan lebih rinci ketiga komponen tersebut.
2.2.1. Mekanisme untuk updating Data
Aplikasi basis data harus menyediakan suatu mekanisme updating data, yaitu yang terkait dengan kegiatan-kegiatan: memasukkan (entering), menghapus (deleting), dan mengganti (editing) basis data.
Terdapat empat metoda untuk updating data, yaitu:
a. Melalui suatu load utility
Utility merupakan bagian dari SMBD, metoda ini merupakan metoda primitive. Pemakai mengisi data dengan dipandu oleh nama data item yang muncul. Tidak ada indikasi format atau panjang data yang akan dimasukkan.
Aplikasi basis data harus menyediakan suatu mekanisme updating data, yaitu yang terkait dengan kegiatan-kegiatan: memasukkan (entering), menghapus (deleting), dan mengganti (editing) basis data.
Terdapat empat metoda untuk updating data, yaitu:
a. Melalui suatu load utility
Utility merupakan bagian dari SMBD, metoda ini merupakan metoda primitive. Pemakai mengisi data dengan dipandu oleh nama data item yang muncul. Tidak ada indikasi format atau panjang data yang akan dimasukkan.
b. Menggunakan formulir
Dengan formulir tampilan di layar mempunyai format yang lebih teratur, posisi tampilan data item dapat dirancang sesuai kebutuhan, dan dilengkapi dengan petunjuk untuk pemandu. Kemampuan tersebut menjadikan tampilan pada layar lebih komunikatif.
c. Menggunakan format tabular
Format tabular menampilkan sejumlah data dalam bentuk penampilan semacam matrik. Penggantian data dapat dilakukan lebih mudah karena user dapat memindahkan proses dari satu data item ke data item yang lain, dan dari satu record ke record yang lain dengan menggulung layar ke kanan/kiri, pindah ke halaman tampilan sebelumnya (scroll-up) atau pindah ke halaman tampilan sesudahnya (scroll-down).
d. Perintah query/update secara interaktif
Digunakan untuk mengakses program query/update dari SMBD, kemudian menuliskan perintah yang diperlukan untuk mengganti data sesuai keinginan. Penggunaan perintah query/update mempunyai kemampuan yang sangat kuat (powerful), akan tetapi harus dilakukan secara hati-hati karena akibat yang ditimbulkan dapat meliputi sejumlah besar data (termasuk yang tidak dinginkan).
e. Input dari file lain
File dapat berasal dari penyimpanan yang berada di sistem lain, media penyimpanan lain, atau dari komputer lain.
Dengan formulir tampilan di layar mempunyai format yang lebih teratur, posisi tampilan data item dapat dirancang sesuai kebutuhan, dan dilengkapi dengan petunjuk untuk pemandu. Kemampuan tersebut menjadikan tampilan pada layar lebih komunikatif.
c. Menggunakan format tabular
Format tabular menampilkan sejumlah data dalam bentuk penampilan semacam matrik. Penggantian data dapat dilakukan lebih mudah karena user dapat memindahkan proses dari satu data item ke data item yang lain, dan dari satu record ke record yang lain dengan menggulung layar ke kanan/kiri, pindah ke halaman tampilan sebelumnya (scroll-up) atau pindah ke halaman tampilan sesudahnya (scroll-down).
d. Perintah query/update secara interaktif
Digunakan untuk mengakses program query/update dari SMBD, kemudian menuliskan perintah yang diperlukan untuk mengganti data sesuai keinginan. Penggunaan perintah query/update mempunyai kemampuan yang sangat kuat (powerful), akan tetapi harus dilakukan secara hati-hati karena akibat yang ditimbulkan dapat meliputi sejumlah besar data (termasuk yang tidak dinginkan).
e. Input dari file lain
File dapat berasal dari penyimpanan yang berada di sistem lain, media penyimpanan lain, atau dari komputer lain.
2.2.2. Mekanisme untuk Menampilkan atau Display Data
Terdapat tiga cara untuk menampilkan atau display data, yaitu: menggunakan report, respon ke query, dan dieksport ke sistem lain.
a. Report
Report merupakan ekstrak dari basis data, yang hasilnya dapat langsung dicetak ke printer, display pada layar monitor, dan disimpan ke media penyimpanan (sama atau berlainan dengan media penyimpanan data). Report dapat dihasilkan secara reguler, pada saat dideteksi terjadinya kondisi-kondisi yang tidak diharapkan atau untuk memenuhi permintaan sewaktu-waktu. Laporan disebut juga dengan “display-only-form”. Report dapat dihasilkan dengan menggunakan fasilitas yang sudah merupakan build-in di dalam SMBD, maupun dengan program aplikasi. Perlu dibedakan antara isi report (report content) dengan format report (report format). Isi report ialah informasi yang terdapat di dalam suatu report, sedangkan format report terkait dengan perancangan report.
b. Respon ke query
Dihasilkan dari suatu pelaksanaan perintah yang ditulis dengan bahasa query basis data. Bahasa ini sangat populer, dan pada Agustus 1986 menjadi standard dengan sebutan Structure Query Language (SQL).
c. Eksport ke sistem lain
Hampir sama dengan untuk file import, untuk file export aplikasi menghasilkan report.
2.2.3. Mekanisme Kontrol
Basis data merupakan aset atau sumber daya yang berharga bagi suatu instansi/ perusahaan, dan aplikasi basis data merupakan pintu masuk ke dalam suatu basis data. Aplikasi basis data harus mengimplementasikan kebijakan kontrol yang dibuat oleh manajemen. Pembatasan digunakan untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses basis data dan apa yang boleh dikerjakan jika seseorang telah dapat mengakses basis data.
Prinsip di dalam kontrol akses ke basis data ialah: (a) pemakai hendaknya tidak dapat mengakses data yang tidak diperlukan, (b) SMBD menyediakan kontrol untuk aplikasi itu sendiri misalnya dengan password dan nomor account, dan (c) Orang-orang hendaknya tidak berpikir bagaimana untuk menggunakan/menjalankan aplikasi yang tidak diperlukan.
Terdapat banyak cara untuk melakukan kontrol pemrosesan aplikasi, diantaranya ialah:
Terdapat tiga cara untuk menampilkan atau display data, yaitu: menggunakan report, respon ke query, dan dieksport ke sistem lain.
a. Report
Report merupakan ekstrak dari basis data, yang hasilnya dapat langsung dicetak ke printer, display pada layar monitor, dan disimpan ke media penyimpanan (sama atau berlainan dengan media penyimpanan data). Report dapat dihasilkan secara reguler, pada saat dideteksi terjadinya kondisi-kondisi yang tidak diharapkan atau untuk memenuhi permintaan sewaktu-waktu. Laporan disebut juga dengan “display-only-form”. Report dapat dihasilkan dengan menggunakan fasilitas yang sudah merupakan build-in di dalam SMBD, maupun dengan program aplikasi. Perlu dibedakan antara isi report (report content) dengan format report (report format). Isi report ialah informasi yang terdapat di dalam suatu report, sedangkan format report terkait dengan perancangan report.
b. Respon ke query
Dihasilkan dari suatu pelaksanaan perintah yang ditulis dengan bahasa query basis data. Bahasa ini sangat populer, dan pada Agustus 1986 menjadi standard dengan sebutan Structure Query Language (SQL).
c. Eksport ke sistem lain
Hampir sama dengan untuk file import, untuk file export aplikasi menghasilkan report.
2.2.3. Mekanisme Kontrol
Basis data merupakan aset atau sumber daya yang berharga bagi suatu instansi/ perusahaan, dan aplikasi basis data merupakan pintu masuk ke dalam suatu basis data. Aplikasi basis data harus mengimplementasikan kebijakan kontrol yang dibuat oleh manajemen. Pembatasan digunakan untuk mengontrol siapa yang dapat mengakses basis data dan apa yang boleh dikerjakan jika seseorang telah dapat mengakses basis data.
Prinsip di dalam kontrol akses ke basis data ialah: (a) pemakai hendaknya tidak dapat mengakses data yang tidak diperlukan, (b) SMBD menyediakan kontrol untuk aplikasi itu sendiri misalnya dengan password dan nomor account, dan (c) Orang-orang hendaknya tidak berpikir bagaimana untuk menggunakan/menjalankan aplikasi yang tidak diperlukan.
Terdapat banyak cara untuk melakukan kontrol pemrosesan aplikasi, diantaranya ialah:
a. Menu
Menu secara sederhana dapat dilihat sebagai suatu daftar pilihan yang mengerjakan sembarang aksi tertentu yang telah disediakan, jika dipilih oleh pemakai. Dengan menu, proses dapat dikelompokkan dan diberikan secara hierarhi atau bertahap. Banyak aplikasi menggunakan menu yang sebagian besar sama, diantara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya.
Sebagai contoh misalnya susunan hierarchi menu dan sub-menu sebagai berikut:
File Edit Help
New Add
Open Delete
Save Modify
Close
Menu secara sederhana dapat dilihat sebagai suatu daftar pilihan yang mengerjakan sembarang aksi tertentu yang telah disediakan, jika dipilih oleh pemakai. Dengan menu, proses dapat dikelompokkan dan diberikan secara hierarhi atau bertahap. Banyak aplikasi menggunakan menu yang sebagian besar sama, diantara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya.
Sebagai contoh misalnya susunan hierarchi menu dan sub-menu sebagai berikut:
File Edit Help
New Add
Open Delete
Save Modify
Close
Dengan menu dan sub-menu yang juga diperlukan pada aplikasi lain, maka diantara aplikasi-aplikasi tersebut susunan menu yang digunakan sebagian besar sama. Struktur menu dan pilihan yang diberikan, menyediakan salah satu kontrol pemrosesan aplikasi.
b. Pemrograman aplikasi:
Dengan pemrograman aplikasi dapat dilakukan validasi item yang meliputi cek tipe data, cek batas atas/bawah (jika ada), cek validasi isian (domain isian), dan hubungan antar sub-isian (misalnya tanggal dengan bulan). Selain itu dengan program aplikasi dapat dilakukan cek hubungan antar data item di dalam suatu pengisian data.
b. Pemrograman aplikasi:
Dengan pemrograman aplikasi dapat dilakukan validasi item yang meliputi cek tipe data, cek batas atas/bawah (jika ada), cek validasi isian (domain isian), dan hubungan antar sub-isian (misalnya tanggal dengan bulan). Selain itu dengan program aplikasi dapat dilakukan cek hubungan antar data item di dalam suatu pengisian data.
c. Mengurangi kumpulan perintah yang tersedia:
Dengan menggunakan pemrograman visual, satu command atau lebih dapat dibuat enabled atau disabled. Dengan demikian mengurangi pemakai melakukan kesalahan pemilihan command, dan sekaligus merupakan kontrol terhadap proses yang terjadi.
Mekanisme kontrol aplikasi sangat penting. Secara ringkas bentuk-bentuk kontrol yang dapat dilakukan ialah:
• Membatasi view basis data, yaitu dengan hanya memberikan data yang diperlukan.
• Membatasi akses ke aplikasi melalui password dan nomor account.
• Mengajarkan aplikasi kepada pemakai hanya untuk yang diperlukan.
• Membatasi pemrosesan melalui menu.
• Membatasi pemrosesan melalui perancangan program aplikasi.
• Membatasi kumpulan command yang dapat diaktifkan.
Diharapkan dengan upaya-upaya tersebut, dapat lebih menjamin keutuhan dan keamanan basis data.
Dengan menggunakan pemrograman visual, satu command atau lebih dapat dibuat enabled atau disabled. Dengan demikian mengurangi pemakai melakukan kesalahan pemilihan command, dan sekaligus merupakan kontrol terhadap proses yang terjadi.
Mekanisme kontrol aplikasi sangat penting. Secara ringkas bentuk-bentuk kontrol yang dapat dilakukan ialah:
• Membatasi view basis data, yaitu dengan hanya memberikan data yang diperlukan.
• Membatasi akses ke aplikasi melalui password dan nomor account.
• Mengajarkan aplikasi kepada pemakai hanya untuk yang diperlukan.
• Membatasi pemrosesan melalui menu.
• Membatasi pemrosesan melalui perancangan program aplikasi.
• Membatasi kumpulan command yang dapat diaktifkan.
Diharapkan dengan upaya-upaya tersebut, dapat lebih menjamin keutuhan dan keamanan basis data.
Related Posts:
Tags: akibat program data aplikasi, alasan diperlukan basis data, apa hubungan antara basis data dengan aplikasi, apa pengertian software aplikasi berbasis data, aplikasi basis data, aplikasi basis data adalah, aplikasi basis data di gunakan oleh, aplikasi basis data display, aplikasi basis data pada perangkat online, aplikasi basis data yang digunakan instansi, aplikasi basis data/query, aplikasi basis databasis data, aplikasi basisdata, aplikasi berbasi data, aplikasi berbasis data, aplikasi database adalah, aplikasi dengan basis data, aplikasi display, aplikasi ialah, aplikasi pada basis data, aplikasi penggunaan basis data, aplikasi program display, aplikasi sistem basis data,aplikasi untuk basis data, aplikasi yang digunakan untuk basis data, aplikasi-aplikasi perangkat lunak basis data, arti aplikasi basis data, bagaimana cara melakukan delete data dengan utilitas aplikasi, Basis Data, basis data aplikasi,basis data diperlukan, basis data komputer, basis data report, basis data software, basis data untuk aplikasi, bentuk-bentuk kamus data, cara aplikasi basis data, cara delete dengan utilitas aplikasi, cara melakukan delet data dengan utilitas aplikasi, cara melakukan delete data dengan utilitas aplikasi,cara melakukan update dan delete data pada aplikasi basis data, cara melakukan update dan delete datapad aplikasi basis data, contoh aplikasi basis data, contoh aplikasi basis data dan contoh, contoh aplikasi basis data komputer, contoh aplikasi komputer, contoh aplikasi sistem basis data, contoh data komputer, contoh komponen aplikasi basis data, contoh makala cara melakukan update data menggunakan utilitas aplikasi, contoh makalah cara melakukan update data menggunakan utilitas aplikasi, contoh penerapan basis data, contoh penggunaan basis data, contoh penggunaan restriction dalam basis data, contoh program basis data, data aplikasi, data basis aplikasi, data display adalah, data yang terdapat pada aplikasi basis data,data yang terdapat pada aplikasi berbasis data, data, program, dan informasi,delete basis data, delete data dengan utilitas aplikasi, delete data pada aplikasi basis data, display data, display data adalah, display data dalam basis data, entry data aplikasi basis data, entry data pada suatu aplikasi basis data,entry data pada suatu aplkasi basis data, file yang harus dibuat pertama kali dalam sistem basis data, formulir dan aplikasi basis data, formulir dan basis data, fungsi aplikasi basis, fungsi aplikasi basis data, fungsi aplikasi data,hubungan antar tipe data dalam aplikasi basis data, hubungan antara basis,hubungan antara basis data dan aplikasi, hubungan antara basis data dengan aplikasi, hubungan antara data, program, dan informasi, hubungan antara data,progam, dan informasi, hubungan antara data,progam,dan informasi,hubungan antara data,program dan informasi, hubungan antara struktur menu dan sistem aplikasi, hubungan antara struktur menu dengan basis data,hubungan antara struktur menu dengan sistem aplikasi, hubungan basis data dan aplikasi, hubungan basis data dengan struktur menu, hubungan database dengan suatu aplikasi, hubungan struktur menu dengan aplikasi, hubungan struktur menu dengan basis data, hubungan struktur menu dengan sistem aplikasi, hubungannya antara basis data dan aplikasi, info tentang basis data,instansi yang sudah mengimplementasikan basis data, instansi/perusahaan yang sudah mengimplementasikan basis data, jelaskan hubungan antara data, program, dan informasi, jelaskan hubungan data dan informasi, jelaskan hubungan data program dan informasi, jelaskan hubungan data,program, dan informasi, kaitan struktur menu dn basis data, kamus tanggal lahir, kapan basis data diperlukan, kapankah basis data diperlukan, kapankah basis data itu diperlukan, kebutuhan smbd, kegunaan aplikasi view untuk mengontrol akses basis data, keterkaitan struktur menu dan basis data, keterkaitan struktur menu dengan basis data, klasifikasikan penggunaan basis data,kompnen sistem aplikasi, komponen aplikasi basis data, komponen dalam aplikasi basis data, komponen dari aplikasi basis data, komponen sistem aplikasi, komponen sistem aplikasi basis data, kontrol basis data, kontrol pemrosesan aplikasi pada basis data, langkah-langkah aplikasi basis data update, makala tentang cara melakukan update data menggunakan utilitas aplikasi, makalah aplikasi berbasis data, makalah aplikasi bisnis, makalah aplikasi bisnis data, makalah aplikasi data, makalah cara melakukan update data menggunakan utilitas aplikasi, makalah memulai aplikasi basis data,materi data aplikasi, materi tentang form dan report dalam basis data, matrei aplikasi berbasis data, melakukan data delete data dengan utilitas aplikasi,melakukan delede data menggunakan utilitas aplikasi, melakukan delet data dengan utilitas aplikasi, melakukan delet data menggunakan utilitas aplikasi,melakukan delete data, melakukan delete data aplikasi, melakukan delete data aplikasi dengan utilitas aplikasi, melakukan delete data dengan menggunakan utilitas aplikasi, melakukan delete data dengan utilita aplikasi,melakukan delete data dengan utilitas aplikas, melakukan delete data dengan utilitas aplikasi, melakukan delete data dengan utiliti aplikasi, melakukan delete data menggunakan utilitas aplikasi, melakukan delete dengan utilitas aplikasi, melakukan update & delete data pada aplikasi berbasis data,melakukan update & delete pada aplikasi berbasis data, melakukan update dan delete data, melakukan update dan delete data dengan aplikasibasis data, melakukan update dan delete data pada aplikasi basis data, melakukan update dan delete data pada aplikasi basisi data, melakukan update dan delete pada aplikasi basis data, melakukan update dan delete pada aplikasi berbasis data, melakukan update data dengan untilitas aplikasi, melakukan update data dengan utilitas aplikasi, melakukan update pada aplikasi basis data dan delete data, memulai aplikasi basis data, memulai apliklasi basis data, memulai basis data, men delete dengan utilitas aplikasi, mendelete data dengan utilitas aplikasi, menentukan aplikasi basis data, menentukan aplikasi dengan basis data, menerapkan aplikasi adalah, menerapkan aplikasi basis data, menerapkan query aplikasi basis data, mengapa basis data diperlukan,mengapa di perlukan basis data, mengapa diperlukan basis data, mengapa diperlukan kontrol akses ke suatu basis data, mengoperasikan aplikasi berbasis data, mengoperasikan program aplikasi basis data, menjelaskan menu aplikasi, menjelaskan menu aplikasi basis data, meta data adalah,pegertian aplikasi berbasis data, pemanfaatan data base dalam perusahaan,pembentukan basis data, pemulihan basis data, penerapan basis data,penerapan basis data pada perusahaan, pengaplikasian basis data,pengecekan hasil entry data pada suatu aplikasi basis data, pengertan software berbasis data, pengertian aplikasi, pengertian aplikasi basis data,pengertian aplikasi berbasis data, pengertian aplikasi data, pengertian delete,pengertian delete data, pengertian delete data dengan utilitas aplikasi,pengertian load utility dalam basis data, pengertian software aplikasi basis data, pengertian software aplikasi berbasis data, pengertian softwareaplikasi berbasis data, pengertian softwere aplikasi berbasis data, pengertian update dan delete, pengertian utilitas, pengertian utilitas aplikasi, penggunaan aplikasi basis data, penggunaan basis data, penggunaan basis data di berbagai bidang, pengoperasian aplikasi basis data, pengoperasian berbagai program aplikasi basis data, penjelasan aplikasi basis data, penjelasan menu aplikasi basis data, penulisan kamus data, penulisan tanggal lahir, penulisan tanggal lahir dalam bentuk kamus data, peranan basis data bagi perusahaan,peranan penggunaan basis data dalam perusahaan, perangkat keras menggunakan pemrograman visual basic, perangkat lunak aplikasi basis data,perkembangan kebutuhan smbd, perusahaan yang sudah menggunakan smbd, perusahaan yang sudah mengimplementasikan basis data, program aplikasi adalah, program aplikasi display, program aplikasi yg menggunakan bahasa query forma, program basis data, prosedur aplikasi basis data, proses delete basis data, rangkuman aplikasi basis data, report basis data, report dalam database, restriction pada basis data, ringkasan basis data, sistem aplikasi basis data, Sistem basis data, software aplikasi berbasis data,software basis data, sofware basis data, sofware berbasis data, struktur data aplikasi, struktur menu basis data, struktur menu dan basis data, struktur menu dengan basis data, subschema kontrol aplikasi basis data, tipe aplikasi basis data, tipe data aplikasi basis data, tipe data dalam aplikasi basis data,tipe data pada aplikasi basis data, tipe data pada aplikasi berbasis data, tipe data yang terdapat pada amplikasi basis data, tipe data yang terdapat pada aplikasi basis data, tujuan aplikasi, tujuan aplikasi basis data, tujuan penerapan database, update dan delete data pada aplikasi, update dan delete data pada aplikasi basis data, update data dengan utilitas aplikasi,update data pada aplikasi basis data, updating views dalam database adalah,uraian aplikasi data pada aplikasi basis, view basis data, view dapat digunakan untuk mengontrol akses basis data
Tidak ada komentar:
Posting Komentar